Analisis Tingkat Pemanfaatan Fasilitas Pelabuhan Perikanan di UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Lempasing Kota Bandar Lampung

Muhammad Arif Ramadhan, Bukhari . ., Yuspardianto . .

Sari


ABSTRAK

 

            Pelabuhan Perikanan Pantai merupakan salah satu wilayah yang berbatasan dengan Teluk Lampung dan menjadi penghasil ikan laut yang dapat diandalkan di Provisi Lampung. Kegiatan perikanan salah satunya adalah dapat dilihat dari segi pelayanan fasilitas pelabuhan perikanan agar   usaha perikanan tangkap berkembang dan tidak terhambat. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing memiliki fasilitas fungsional, fasilitas pokok, dan fasilitas penunjang. Penelitian memiliki tujuan yaitu menganalisis tingkat rasio keberadaan dan kebutuhan fasilitas dalam strategi pengembangan  aktifitas PPP Lempasing, dan menganalisis pengembangan PPP Lempasing Kota Bandar Lampung. Metode yang digunakan yakni metode deskriptif dengan data yang digunakan yakni analisa data yaitu analisis tingkat rasio dan analisis SWOT. Secara umum keberadaan dan kebutuhan fasilitas dalam menunjang aktifitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing telah berjalan dengan baik. Perolehan rasio antara fasilitas yang ada terhadap fasilitas yang seharus ada, yaitu : pada kelompok fasilitas pokok 1: 1,3 (baik), fungsional 1: 1,28 (baik), dan penunjang 1:1,3 (baik). Hasil rasio dapat disimpulkan bahwa segala aktivitas di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lempasing sudah dapat berjalan dengan baik. Hasil anlisa SWOT dapat disimpulkan di strategi S-O ( strength-oportunity ) yaitu pelabuhan masih tetap berjalan terus dan investasi (fasilitas pelayanan) harus berjalan terus untuk meningkatkan laba atau keuntungan.

Kata kunci : PPP Lempasing, fasilitas pelabuhan, strategi pengembangan.

ABSTRACT

 

              The Coastal Fisheries Port is one of the areas bordering Teluk Lampung and a reliable marine fish producer in Lampung. Basically, almost all fisheries activities require fisheries port facilities to prevent the development of capture fisheries. Coastal Fisheries Port (PPP) Lempasing has basic facilities, functional facilities, and supporting facilities. The research has the objective of analyzing the level of ratio of existence and facility needs in the strategy of developing PPP Lempasing activities, and analyzing the development of PPP in Bandar Lampung City. The method used is descriptive method and using data data, namely data analysis, namely ratio level analysis and SWOT analysis. In general the existence and needs of facilities in supporting activities at the Lempasing Beach Fisheries Port (PPP) have been going well. The ratio of existing facilities to facilities that should exist, namely: in the basic facilities group 1: 1.3 (good), functional 1: 1.28 (good), and supporting 1: 1.3 (good). The results of the ratio can be concluded that all activities at the Coastal Fisheries Port (PPP) Lempasing can already run well. The results of SWOT analysis can be concluded in the SO strategy (strength-opportunity), which is where ports will continue and investment (service facilities), where ports will continue and investment (service facilities) must continue to increase profits or profits.

Keywords: PPP Lempasing, Port Facilities, Development Strategy.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.