PENGARUH STRUKTUR KEWENANGAN, KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI KEUANGAN DAERAH DAN PERILAKU MANAJER TERHADAP KESADARAN AKAN BIAYA (STUDI EMPIRIS PADA PEMERINTAH KOTA SOLOK)

Mutiara Candra, Dandes Rifa, Resti Yulistia Muslim

Sari


Pemerintah daerah merupakan lembaga yang menjalankan roda pemerintah yang sumber pengesahannya berasal dari masyarakat. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat kepada penyelenggara pemerintah harus diimbangi dengan kinerja yang baik, sehingga pelayanan dapat ditingkatkan secara efektif dan menyentuh pada masyarakat. Untuk pemerintah daerah, penilaian kinerja menjadi sorotan banyak pihak terlebih dengan adanya desentralisasi atau disebut juga dengan otonomi daerah yang memberikan kewenangan lebih luas kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintah dan kepentingan masyarakat setempat seperti yang diamanatkan dalam UU nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kontijensi dan teori keagenan, dimana pendekatan teori kontijensi mendefenisikan pendekatan akuntansi pada akuntansi manajemen didasarkan pada premi bahwa tidak ada sistem akuntansi secara universal selalu tepat untuk diterapkan pada setiap organisasi, tetapi hal ini tergantung pada faktor kondisi situasi yang ada dalam kewenangan organisasi dan teori keagenan merupakan teori yang membahas mengenai hubungan antara prinsipal dan pemerintah daerah yang bertindak sebagai agen, dimana agen akan bertindak untuk memenuhi tuntutan serta kebutuhan dari prinsipal.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan pengaruh struktur kewenangan yang dipecah menjadi struktur kewenangan formal dan informal, karaktersitik sistem informasi keuangan daerah dan perilaku manajer terhadap kesadaran akan biaya. Penelitian ini dilakukan pada 37 SKPD yang terdaftar di Kota Solok dan sampel yang berjumlah 74 orang yang terdiri dari pimpinan dan bendahara dinas/badan/kantor pada SKPD Kota Solok.
Variabel dependen pada pada penelitian ini yaitu kesadaran akan biaya dan variabel independennya yaitu struktur kewenangan (struktur kewenangan formal dan struktur kewenangan informal), karakteristik sistem informasi keuangan daerah dan perilaku manajer. Hipotesis pada penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 14.
Penelitian ini menunjukan hasil uji bahwa perilaku manajer tidak berpengaruh terhadap kesadaran akan biaya, sedangkan struktur kewenangan (formal & informal) dan sistem informasi keuangan daerah berpengaruh signifikan terhadap kesadaran akan biaya.
Kata kunci:
Kesadaran Akan Biaya, Struktur Kewenangan Formal, Struktur Kewenangan Informal, Karakteristik Sistem Informasi Keuangan Daerah, Perilaku Manajer.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.