PENGARUH PAJAK, MEKANISME BONUS, DAN TUNNELING INCENTIVE TERHADAP KEPUTUSAN TRANSFER PRICING

Devitri Novera, Yeasy Darmayanti, Resti Yulistia Muslim

Sari


Globalisasi telah mendorong munculnya berbagai taktik ekonomi yang terjadi antar perusahaan. Perusahaan menjalin hubungan istimewa untuk kemudahan dalam menjalankan proses bisnisnya. Hubungan istimewa terjadi antara induk perusahaan dengan anak perusahaannya atau dengan cabang-cabangnya atau perwakilannya. Salah satu taktik ekonomi tersebut yaitu dengan adanya penetapan harga transfer yang menguntungkan bagi beberapa pihak. Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia melakukan tindakan mengurangi pajak yang tinggi dengan cara transfer pricing. Diketahui bahwa modus yang dilakukan oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yaitu dengan melakukan penjualan dengan transfer price di luar prinsip kewajaran dan kelaziman usaha kepada perusahaan lain yang memiliki hubungan istimewa (Henrayana, 2016).
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh pajak, mekanisme bonus, dan tunneling incentive terhadap keputusan transfer pricing. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 146 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2015. Berdasarkan metode sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 42 perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.
Variabel independen pajak diukur dengan Pajak diproksikan dengan effective tax rate yang merupakan perbandingan beban pajak dan laba kena pajak. Mekanisme bonus diukur dengan dummy, dimana nilai 1 diberikan untuk perusahaan yang melakukan pemberian bonus, tantiem, komisi, atau insentif penjualan kepada manajemen, sedangkan yang lainnya nilai 0. Sedangkan tunneling incentive diukur dengan presentase kepemilikan saham sebesar 20% atau lebih sebagai pemegang saham pengendali.
Berdasarkan hasil analisis regresi logistik ditemukan bahwa dari tiga hipotesis yang diuji hanya hipotesis pertama tentang pengaruh pajak terhadap keputusan transfer pricing yang didukung. Pengujian hipotesis kedua tentang pengaruh mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing, hasilnya justru berlawanan arah dengan yang diprediksi, yaitu mekanisme bonus tidak berpengaruh terhadap keputusan transfer pricing. Sama hal nya dengan hipotesis ketiga tentang pengaruh tunneling incentive terhadap keputusan transfer pricing yang hasilnya berlawanan arah yaitu tunneling incentive tidak berpengaruh terhadap keputusan transfer pricing.
Kata Kunci:
Transfer Pricing, Pajak, Mekanisme Bonus, Tunneling Incentive

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.