PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DAN DANA ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA MODAL (Studi Empiris Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatra Barat)

Yafes Rahmentio, Mukhlizul Hamdi, Dandes Rifa

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, dan Dana Alokasi Umum terhadap Belanja Modal pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Barat. Belanja Modal merupakan pengeluaran anggaran yang dipergunakan untuk memperoleh aset tetap dan aset lainnya. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita. Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila tingkat kegiatan ekonomi meningkat dari satu periode berikutnya. PAD merupakan sumber pembiayaan bagi pemerintahan daerah dalam menciptakan infrastruktur daerah. PAD didapatkan dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Penelitian ini menggunakan 2 teori, yaitu Teori Otonomi Daerah dan Teori Anggaran Pendapatan Belanja Daerah. Otonomi daerah adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang dibahas dan di setujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan Peraturan daerah.
Populasi dan sampel penelitian ini adalah 12 Kabupatendan 7 Kota di Provinsi Sumatera Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (LRA-APBD) Tahun 2012-2015 di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatra Barat yang diperoleh dari Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Provinsi Sumatra Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Barat.
Pengujian Hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan hasil sebagai berikut : Hasil dari uji R2 diketahui besarnya nilai R Square sebesar 0,528, hal ini berarti 52,8% variable dependen Belanja Modal dapat dijelaskan oleh Variabel independen Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum. Berdasarkan hasil uji F test diatas didapat nilai F hitung sebesar 26,807 dengan signifikan 0.000, nilai signifikan jauh lebih kecil dari α = 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variable dependen Belanja Modal atau dapat dikatakan bahwa variable independen Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum secara bersama- sama berpengaruh terhadap Belanja Modal.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa : (1) Pertumbuhan Ekonomi Berpengaruh Negatif terhadap belanja modal. (2) Pendapatan Asli Daerah tidak Berpengaruh terhadap Belanja Modal. (3) Dana Alokasi Umum berpengaruh Positif terhadap Belanja Modal.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.