PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP PENGUNGKAPAN SUSTAINABILITY REPORTING

Tandri Yuliza, Resti Yulistia Muslim, . Meihendri

Sari


Pada era sekarang sektor bisnis di Indonesia mulai berkembang, tentu saja kebanyakan dari mereka masih memfokuskan tujuan utamanya mencari keuntungan semata, Isu Sustainability Reporting muncul karena adanya perdebatan diberbagai kalangan masyarakat yaitu isu mengenai “Green Concern’ dan “Social Concern” isu ini terkait dengan pencemaran lingkungan bagi kehidupan sosial masyarakat (Dewi dkk, 2011). Menurut Elkington (1997) Corporate Governance dirancang untuk mengelola konsep 3p secara terintegrasi demi laporan keberlanjutan Sustainability of businessand profit, Ini artinya laporan keberlanjutan adalah sebuah laporan yang diterbitkan perusahaan atau organisasi tentang dampak lingkungan dan sosial yang disebabkan oleh aktivitas operasi perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran dewan komisaris, jumlah rapat dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, ukuran komite audit, jumlah rapat komite audit, Governance Committee terhadap pengungkapan Sustainability Reporting.
Teori stakeholder merupakan Salah satu strategi yang digunakan perusahaan untuk menjaga hubungan dengan para stakeholder-nya adalah dengan pengungkapan informasi sosial dan lingkungan. Teori legitimasi adalah kontrak sosial yang terjadi antara perusahaan dengan masyarakat dimana perusahaan beroperasi dan menggunakan sumber ekonomi.
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2015. Total sampel penelitian adalah 31 perusahaan yang ditentukan menggunakan metode proposive sampling. Variabel independen ukuran dewan komisaris dan ukuran komite audit diukur dengan menghitung jumlah anggota dewan komisaris dan anggota komite audit yang ada dalam perusahaan, jumlah rapat dewan komisaris dan jumlah rapat komite audit dihitung dengan menjumlah total keseluruhan rapat yang diadakan dalam perusahaan, proporsi dewan komisaris independen diukur dengan rasio antara jumlah anggota Komisaris Independen dibandingkan dengan total anggota Dewan Komisaris, governance committe diukur dengan Perusahaan yang membentuk governance commitee diberikan nilai 1, sedangkan perusahaan yang tidak membentuk governance commitee diberi nilai 0, untuk variable dependen setiap item SR dalam instrumen penelitian diberi nilai 1 jika diungkapkan, dan nilai 0 jika tidak diungkapkan, dan selanjutnya menjumlahkan item yang diungkapkan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan ukuran dewan komisaris, jumlah rapat dewan komisaris, proporsi dewan komisaris independen, ukuran komite audit, jumlah rapat komite audit, Governance Comitte tidak berpengaruh terhadap pengungkapan Sustainability Reporting.
Kata kunci :
ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, proporsi dewan komisaris independen, Governance Committee, Sustainability reporting.

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.