REVITALISASI KAWASAN MASJID BADANO SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN ISLAM

Hasanul Arifin, Jonny Wongso, Sudirman Is, Rini Afrimayetti

Abstract


Dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, masyarakat Minangkabau telah
menetapkan bahwa agama Islam merupakan landasan dasar dalam tata kehidupannya. Maka,
pendidikan agama Islam menjadi hal yang penting bagi mereka. Untuk memenuhi tujuan tersebut,
perlu dilakukan pendidikan Islam pada tiga segmen masyarakat, yaitu kaderisasi ulama, merangkul
kembali masyarakat umum, dan penciptaan genereasi baru yang Islami. Untuk mengembalikan
masyarakat ke pondasi dasar agama Islam, penekanan pada pendidikan tentang Alquran perlu
dilakukan. Pendidikan berbasis surau (masjid) merupakan salah satu bentuk pendidikan di
Minangkabau. Salah satu pusat pendidikan Islam dengan sistem ini dahulu terdapat di masjid Badano,
masjid peninggalan gerakan Paderi. Dengan mengembalikan fungsi pusat pendidikan pada kawasan
masjid Badano ini, selain menjadi wadah bagi pendidikan keagamaan masyarakat, pelestarian cagar
budaya menjadi lebih terarah karena kawasan jadi memiliki aktivitas tetap. Penerapan konsep
aktivitas pendidikan yang diselenggarakan di bangunan bersejarah dan bangunan baru bisa menjadi
percontohan untuk tindakan pelestarian dan revitalisasi pada masjid-masjid tua lainnya.
Kata kunci: revitalisasi, cagar budaya, masjid, pendidikan, Islam

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.