RE-DISAIN PERKAMPUNGAN NELAYAN BERBASIS EKOLOGI DAN BUDAYA DI PANTAI MUARO PANJALINAN PADANG

Rezky Pratama Putra, Yaddi Sumitra, Ariyati Ariyati

Abstract


Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 13.000 pulau dengan
panjang garis pantai lebih dari 81.000 kilometer. Karenanya, Kehidupan perekonomian Bangsa
Indonesia sejak dahulu lebih terpusat pada wilayah pesisir pantai atau muara sungai. Selain itu
Indonesia juga merupakan negara maritim yang mempunyai luas wilayah perairan. Kawasan
muaro panjalinan sebagai salah satu pantai tidak luput dari permasalahan, mulai dari sosial,
ekonomi dan rentan terhadap bencana banjir dan abrasi. Pantai yang terletak dipesisir barat
kota Padang juga dihuni oleh sebagian besar nelayan, kebanyakan dari pemukiman nelayan ini
berkembang secara sporadis dan tidak tertata sehingga menjadi slump area. Pengembangan
kawasan pantai muaro panjalinan dengan basis ekologi yang bertujuan untuk memberikan
jawaban atas degradasi lingkungan pantai, sedangkan pengangkatan nilai lokal kawasan seperti
kegiatan berlayar, kegiatan perikananan dan pengolahan ikan merupakan sebuah nilai tambah
yang mampu mendorong perekonomian nelayan dan menjadi sebuah ciri khas dari kawasan ini
nantinya. Hal ini bertujuan agar masyarakat lokal juga meraih keuntungan akibat
pengembangan kawasan sebagai pekampungan nelayan. Nilai ekologi dan budaya pada
kawasan juga merupakan kunci utama sebagai acuan desain untuk kawasan ini.
Kata Kunci: kampung, nelayan, ekologi, budaya

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.