STUDI EVALUASI TERHADAP PROSES PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT DI KABUPATEN SOLOK SELATAN (Kasus terhadap Pasar yang Tidak Berfungsi)

Tri Susanti 1) , Zaidir 2) .

Sari


Abstrak
Pasar  (dalam  hal  ini  pasar  rakyat)  merupakan  warisan  kebudayaan  nenek  moyang  masyarakat
Indonesia,  dimana  dalam  relief  candi  Borobudur  tergambar  proses  tawar  menawar  pembeli  dan
penjual  di  pasar.Sebagai  warisan  budaya,  pasar  bagi  masyarakat  Indonesia  tidak  hanya  sebagai
tempat jual beli tetapi juga menjadi wahana interaksi sosial.
Umumnya  di  Solok  Selatan  pasar  nagari  tumbuh  menjadi  pusat  perdagangan  dan  pusat
perekonomian bagi kawasan di sekitarnya.Cukup banyak kawasan pasar yang akhirnya berkembang
menjadi kawasan pusat pemerintahan kecamatan.Setelah menjadi pusat pemerintahan kecamatan, di
sekitar  kawasan  pasar  ini  muncul  pula  layanan  kegiatan  lainnya  seperti  perbankan,  pendidikan,
bahkan sarana kesehatan.
Seiring  dengan  terbentuknya  Kabupaten  Solok  Selatan,  pembangunan  dan  pengembangan  pasar
mulai  intensif  dilakukan.Namun  pada  kenyataannya,  seringkali  pembangunan  dan  pengembangan
pasar  tidak  dilakukan  secara  terencana,  sehingga  banyak  pasar  yang  dibangun  baru,  justru  tidak
difungsikan. Di sisi lain, banyak pula pasar rakyat tumbuh berkembang, namun tidak memiliki sarana
dan prasarana yang representative. Atau ada pasar yang seharusnya membutuhkan revitalisasi atau
perbaikan kualitas sarana dan prasarana, tetapi tidak dilakukan.
Kata kunci : Proses, Pembangunan, Pasar Rakyat, Dampak

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.