PENGARUH PENERAPAN CORPORATE GOVERNANCE DAN PENGUNGKAPAN SUKARELA TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2013 - 2015
Abstract
Â
Informasi yang tersaji dalam laporan keuangan harus mencerminkan keadaan ekonomis perusahaan sesungguhnya, karena kurangnya transparansi informasi keuangan perusahaan akan menghasilkan risiko informasi yang lebih besar bagi pemegang saham. Tanpa transparansi informasi keuangan, pemantauan yang efektif serta pengendalian yang memadai maka investor akan melindungi kepentingan dirinya dengan meningkatkan biaya ekuitas perusahaan. Biaya modal ekuitas banyak diartikan sebagai ekspektasi pemegang saham akan pengembalian dari modal yang sudah ditanamkan di perusahaan. Jika investor menilai suatu perusahaan berisiko tinggi berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, maka tingkat return yang diharapkan oleh investor juga tinggi, dan akan menyebabkan tingginya biaya modal ekuitas yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh penerapan corporate governance yang terdiri dari efektivitas dewan komisaris dan efektivitas komite audit, dan pengungkapan sukarela terhadap biaya modal ekuitas. Penelitian ini menggunakan teori agensi dan teori sinyal. Teori agensi menjelaskan dasar perlunya praktek pengungkapan laporan keuangan oleh manajemen kepada pemegang saham/investor. Teori keagenan berusaha menjawab masalah keagenan yang terjadi apabila pihak-pihak yang saling bekerjasama memiliki tujuan dan pembagian kerja yang berbeda. Sedangkan teori sinyal melandasi pengungkapan sukarela.
Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 – 2015 dengan sampel sebanyak 95 perusahaan. Variabel dependen penelitian ini menggunakan model pengukuran Ohlson. Analisis data dan pengujian hipotesis menggunakan SPSS 16.0.
Metode analisis data adalah cara yang digunakan dalam mengolah data yang telah diperoleh sehingga dihasilkan suatu hasil yaitu hasil analisis. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan asumsi yang digunakan dalam uji asumsi klasik ini adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi dan uji heteroskedastisitas. Sedangkan untuk pengujian hipotesis uji yang digunakan adalah Uji Koefisien Determinasi (R2), Uji Signifikan Simultan (Uji Statistik F) dan Uji Signifikan Parsial (Uji t).
Hasil analisis ini menunjukkan bahwa efektivitas dewan komisaris dan efektivitas komite audit bepengaruh terhadap biaya modal ekuitas, sedangkan pengungkapan sukarela tidak berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas. Tetapi secara simultan variabel efektivitas dewan komisaris, efektivitas komite audit dan pengungkapan sukarela berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas.
Kata Kunci : efektivitas dewan komisaris, efektivitas komite audit, pengungkapan sukarela dan biaya modal ekuitas