PENGARUH FUND SIZE, FUND AGE, PORTOFOLIO TURNOVER DAN TINGKAT RISIKO TERHADAP KINERJA REKSA DANA SAHAM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Abstract
Reksa dana merupakan investasi yang prospektif bagi semua pihak. Produk investasi ini tidak memerlukan modal yang besar, namun dengan reksa dana investor dapat membeli produk investasi lainnya yang biasanya membutuhkan modal yang besar dan memiliki keuntungan yang besar. Investor tidak perlu disibukkan dengan memikirkan tentang naik turunnya saham atau pengumpulan dana semua dilakukan oleh manajer investasi.
Kini masyarakat mulai tertarik untuk berinvestasi reksa dana. Pasalnya, dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, reksa dana telah mengalami peningkatan. Untuk memperoleh keuntungan yang optimal Masyarakat perlu memilih dan menilai kinerja reksa dana sesuai dengan kemampuan dan tujuan investasinya. Dalam melakukan penilaian terhadap kinerja reksa dana dapat diukur dengan metode sharpe.
Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh fund size, fund age, portofolio turnover dan tingkat risiko terhadap kinerja reksa dana saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2016. Penelitian ini menggunakan metode sensus untuk pengambilan sampel. Data diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bareksa.com. Berdasarkan publikasi propektus pembaharuan reksa dana, diperoleh sampel sebanyak 17 reksa dana yang terdaftar secara konsisten di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2016. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa tingkat risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa dana saham. Sementara fund size, fund age dan portofolio turnover tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja reksa dana saham.
Kata kunci : fund size, fund age, portofolio turnover, sharpe, dan tingkat risiko.