PENGARUH FIRM SIZE, LOAN TO DEPOSIT RATIO, DAN NON PERFORMING LOAN TERHADAP PRICE EARNING RATIO PADA SUB SEKTOR BANK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2012–2016

Authors

  • Monalisa Monalisa
  • Yuhelmi Yuhelmi
  • Nailal Husna

Abstract

Penurunan perekonomian masyarat telah mengakibatkan penurunan laba perusahaan sub sektor bank di Indonesia. Terlihat rasio profitabilitas yang diukur menggunakan return on asset mengalami penurunan setiap tahunnya dari tahun 2012-2016 sedangkan price earning ratio mengalami peningkatan setiap tahunnya. Ketika kemampuan perusahaan memperoleh laba yang rendah hal ini menciptakan sentimen negatif terhadap perusahaan yang akan mendorong menurunnya price earning ratio. Tapi tidak terjadi pada sub sektor ini, seharusnya jika laba yang dihasikan perusahaan menurun maka akan berdampak terhadap penurunan price earning ratio, investor akan beranggapan negatif terhadap perusahaan karena return on asset perusahaan yang selalu menurun lima tahun terahir, akibatnya price earning ratio juga akan menurun.

Pada umumnya para investor lebih sering menggunakan analisis fundamental daripada analisis teknikal. Analisi teknikal merupakan perkiraan pergerakan harga saham, baik sebagai saham individu atau pasar secara keseluruhan. Sedangkan analisis fundamental mempelajari hubungan antara harga saham dengan kondisi perusahaan. Analisis fundamental memiliki dua model, salah satunya yaitu pendekatan price earning ratio. Price earning ratio menunjukkan seberapa besar investor menilai harga saham terhadap kelipatan dari earnings. Perusahaan yang memiliki price earning ratio yang tinggi, berarti perusahaan tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan laba dimasa yang akan datang.


Oleh karena itu perusahaan harus dapat menjaga nilai perusahaan dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Price earning ratio dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya firm size, loan to deposit ratio, dan non performing loan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh firm size, loan to deposit ratio, dan non performing loan terhadap price earning ratio.Metode pengumpulan sampel dalam penelitian ini sampling
jenuh dan diperoleh 23 data pengamatan sebagai sampel. Data yang digunakan berupa data sekunder. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda menggunakan program Gretl.

Hasil penelitian ini menunjukkan firm size berpengaruh positif dan signifikan terhadap price earning ratio. Sementara loan to deposit ratio, dan non performing loan tidak berpengaruh terhadap price earning ratio.

Kata kunci : firm size, loan to deposit ratio, non performing loan dan price earning ratio.

Published

2018-08-28