PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA SBI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP HARGA SAHAM ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2011-2016)

Authors

  • Zulhidayat Masri
  • Listiana Sri Mulatsih
  • Yuhelmi Yuhelmi

Abstract

Salah satu cara yang bisa digunakan oleh perusahaan dalam upaya meningkatkan harga
saham adalah dengan memperhatikan bagaimana kebijakan dividen yang diterapkan oleh
suatu perusahaan. Industri barang konsumsi merupakan salah satu bagian dari perusahaan
manufaktur yang ada di Indonesia. Industri barang konsumsi masih menjadi pilihan utama
para investor dalam mengivestasikan dana mereka. Hal itu dikarenakan saham-saham dari
perusahaan-perusahaan dalam industri barang konsumsi yang masih menawarkan potensi
kenaikan. Dan juga industri barang konsumsi terdiri dari lima sub sektor, yakni sub sektor
makanan dan minuman, sub sektor rokok, sub sektor farmasi, sub sektor kosmetik dan barang
rumah tangga, dan sub sektor peralatan rumah tangga. dalam kurun waktu empat tahun
terakhir terdapat tiga sub sektor yang harga sahamnya mengalami penurunan, yaitu sub sektor
rokok, makanan dan minuman, serta peralatan rumah tangga.Dari ketiga sub sektor tersebut
hanya sub sektor makan dan minuman saja yang mengalami kondisi yang berbeda
dibandingkan sub sektor rokok dan peralatan rumah tangga. Dari lima tahun terakhir tercatat
rata-rata dividen pada sub sektor makanan dan minuman cenderung mengalami peningkatan.
Namun hal sebaliknya justru terjadi pada kondisi harga saham perusahaan dimana rata-rata
harga saham pada sub sektor ini selalu mengalami penurunan. Kondisi ini sangat berlawanan
dengan  bird in the hand theory yang menjelaskan bahwa harga sahamakan meningkat jika
dividen juga mengalami peningkatan, sebaliknya penurunan tingkat dividen juga akan
mendorong menurunnya harga saham perusahaan.

Penelitian ini menguji mengenai Pengaruh inflasi, suku bunga sbi dan pertumbuhan ekonomi
terhadap harga saham perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada periode 2011-2016. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 10
perusahaan yang di dapat dari IDX dengan periode penelitian dari tahun 2011-2016.

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisi
inferensial. Analisi inferensial meliputi uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik meliputi uji
normalitas, uji multikolinieritas, Uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi. Selanjutnya analisi
regresi linier berganda, uji kelayakan model dan uji statistik.
 
Berdasarkan hasil uji hipotesis ditemukan bahwa variabel inflasi tidak berpengaruh terhadap
harga saham, sedangkan variabel suku bunga (Sertifikat Bank Indonesia) dan pertumbuhan
ekonomi  berpengaruh signifikan terhadap sharga saham perusahaan sub sektor makanan dan
minuman  periode 2011-2016.


Kata Kunci  : Inflasi, Suku Bunga (Sertifikat Bank Indonesia), Pertumbuhan Ekonomi dan        
Harga Saham

Published

2018-08-28