EKSISTENSI PARTAI POLITIK LOKAL DI PROVINSI ACEH BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG PARTAI POLITIK
Abstract
Article 75 of Law Number 11 Year 2006 concerning the Government of Aceh as the legality of the establishment of local political parties in Aceh. but provisions that are contrary to Law No. 2 of 2008 on Political Parties, which states that every political party should have the management in each province at least 75% (seventy five percent) of the Regency / City and 50% (fifty percent) of the the total number of sub-districts / Kota.Permasalah writer adopted in this thesis are: (? 1 What is the capacity of local political parties and parties in parliament and the DPRK nsional Province district / City 2) How does the presence of a local political party in the prospective head region mengsulkan? The method used in this research is normative juridical research that is done by examining the law library materials or secondary data. The results of this study can be concluded that local political parties and national parties in the legislative elections differ regarding the nomination of candidates, the national party can nominate themselves to become a member of Parliament, Provincial and DPRK Regency / City. But the local party is only allowed to run for legislators and the DPRK. The success of the elections in the province is a milestone of democracy, after the election of Governor / Deputy Governor, who / Vice Regent Regent and Mayor / Deputy Mayor in the province of Aceh. most of the local political parties in Aceh. political background differences between the national party and local political parties are common in the world of politics in Indonesia.
Keywords: Presence of Local Political Parties in Aceh Province
References
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku-buku
Ahmad Farhan Hamid, 2008, Partai Politik Lokal Di Aceh Desentralisasi Politik Dalam Negara Kesatuan, Jakarta: Pustaka Pelajaran
Bambang Cipto, 1999, Prospek dan Tatanan Partai Politik Lokal, Jakarta: Pustaka Pejaran
Charul Fahmi,2003, Pergulatan Politik Antar Elite Partai Lokal dan Nasional, Jakarta: Suara Bebas
Darmansjah Djumala, 2013, Soft Power Untuk Aceh Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Firmanzah,2009, Mengelola Partai Politik, Jakarta: Yayasan Obor Pustaka
Hasbi Amirulah,2008, Aceh Serambi Mekah, Banda Aceh: CV Citra Kreasi Utama
Hikam, A. S. 1999, Pemilihan Umum dan Sistem Demokrasi di Indonesia Pasca Orde Baru, Jakarta: Bunga Rampai, Sekolah Staf Komando Angkatan Darat.
Isa Sulaiman, 2000, Aceh Merdeka Idiologi Kepemimpinan dan Gerakan, Jakarta: Pustaka Al-Kausar
Indra J. Piliang, 1999, Otonomi Paham Separatis, Jakarta: Balai Pustaka
Imawan Riswanda, 1996, Membedah Politik Orde Baru Catatan Dari Kaki Merapi, Pustaka Pelajar Yokyakarta.
.
Johny Ibrahim, 2007, Teori Dan Metodologi Hukum Normatif, Malang: Bayumedia
Muhammad Hasan Tiro, 1999, Demokrasi Untuk Indonesia, Jakarta: Teplok Press
Mahfud MD,2010, Politik Hukum di Indonesia, Jakarta, : Rajawali Press
Miriam Bidiardjo, 2008, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: CV. Prima Grafika.
Muhammad Jafar, 2005, Perkembangan dan Prospek Partai Politik Lokal Di Aceh, Jakarta: Bina Aksara
Muhammad Nurhasim, 2003, Konflik Aceh Analisis Atas Sebab-Sebab Konflik, Aktor Konflik, Kepentingan dan Upaya Penyelesaian, Jakarta: Proyek Pengembangan Riset Unggulan Kompotitif LIPI
Najarudin Syamsudin, 1989, Intregasi Politik Indonesia, Jakarta: Gramedia
Peter Mahmud Marzuki, 2010, Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
Ramlan Surbakti, 1992, Memahami Ilmu Politik, Jakarta: Grasindo.
Rianto Adi, 2004, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit
.
Teuku Kamal Fasya, 2004, Pilkada dan Lembah Gelap Demokrasi Aceh, Jakarta: Grafiti
B. Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik
Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Partai Politik Lokal
C. Sumber Lainnya
MoU (Memorandum Of Understanding) adalah Nota Kesepakatan Dan Kesepahaman antara pihak RI (Republik Indonesia) dengan pihak GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 15 Agustus Tahun 2005 di Helsinki, Finlandia.
Pendapat Prof. Bachtiar Aly, Ph.d dalam Acara Semiloka Dalam Acara Forum Masyarakat Aceh se-jawa (fomaja), “Politik Ekonomi Aceh, Paska Pilkada 2006” di Horison Hotel Bandung
Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka
http:/www. Theglobejurnal.com/detilopini.php?id=33, Partai Aceh satu pilihan alternatif, Effendi hasan, diakses 7/5/2016.
Http// opinibebas.org/partai/partai politik lokal/ Tengku Kemal Fasya ‘Partai Lokal’, diakses 12 Mey 2016.
Kompas, 14/5/2016 Politik dan Hukum hlm, 5 “Menimbang Keikutsertaan Partai Lokal