Dampak Otonomi Daerah Terhadap Penurunan Angka Pengangguran di Kabupaten Tanah Datar

Penulis

  • Yogi Ilhami
  • Pebriyenni
  • Muslim Tawakal

Kata Kunci:

Dampak Otonomi Daerah, Pengangguran

Abstrak

Masalah pengangguran telah menjadi hal yang urgen yang begitu menakutkan khususnya di daerah-daerah yang baru berkembang seperti kabupaten Tanah Datar. Tanah Datar seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan banyaknya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Pengangguran yang tinggi berdampak lansung maupun tidak lansung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah pencari kerja yang cukup besar di Kabupaten Tanah Datar , serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks. Pengangguran terjadi disebabkan antara lain, yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja bagi para pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. hasil penelitian dan pembahasan penelitian, maka disimpulkan sebagai berikut: Otonomi Daerah ini memang terbukti dapat menyebabkan penurunan angka pengangguran karena Otonomi Daerah ini dapat mengurus daripada kesejahteraan hidup masyarakat di daerah tersebut. Pertumbuhan lapangan pekerjaan belum sesuai dengan pertumbuhan pencari kerja di Kabupaten Tanah Datar dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan jumlah pencari kerja. Tindakan pemerintah Daerah dalam mengatasi Angka Pengangguran di Kabupaten Tanah Datar yaitu nya dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan bekerja sama demngan pihak ketiga, pemerintah harus membuka lapangan pekerjaan di sektor informal seperi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) , membuat kegiatan dilapangan pekerjaan, menyarankan agar masyarakat melaksanakan kegiartan yang swadaya atau lebih pribadi sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dengan menggali potensi yang ada di masyarakat supaya menjadi masyarakat yang mandiri.

Referensi

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian, maka disimpulkan sebagai berikut:

Otonomi Daerah ini memang terbukti dapat menyebabkan penurunan angka pengangguran karena Otonomi Daerah ini dapat mengurus daripada kesejahteraan hidup masyarakat di daerah tersebut.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan belum sesuai dengan pertumbuhan pencari kerja di Kabupaten Tanah Datar dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan tidak sesuai dengan jumlah pencari kerja.

Tindakan pemerintah Daerah dalam mengatasi Angka Pengangguran di Kabupaten Tanah Datar yaitu nya dengan membuka lapangan pekerjaan baru dan bekerja sama demngan pihak ketiga, pemerintah harus membuka lapangan pekerjaan di sektor informal seperi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) , membuat kegiatan dilapangan pekerjaan, menyarankan agar masyarakat melaksanakan kegiartan yang swadaya atau lebih pribadi sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dengan menggali potensi yang ada di masyarakat supaya menjadi masyarakat yang mandiri.

Sehubung dari hasil penelitian ini ada beberapa saran yang ingin peneliti sampaikan antara lain:

Diharapkan kepada Instansi terkait untuk dapat membuka lapangan kerja supaya pengangguran ini dapat diatasi

Diharapkan kepada individu supaya memiliki kreativitas dan dapat membuka lapangan kerja baru supaya tidak terjadinya lonjakan angka pengangguran

DAFTAR PUSTAKA

A.Poyoh, dkk.2017. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran di Provinsi Sulawesi Utara.Jurnal Agri-sosio ekonomi UNSRAT. Vol 13 No 1A.

BPS.2017-2018.Tanah Datar Dalam Angka. 2017-2018: Badan Pusat Statistik

D.Priastiwi, H. Handayani.2019. Analisis pengaruh jumlah penduduk, pendidikan,upah minimum, dan PDRB terhadap tingkat penganguran terbuka di Provinsi Jawa Tengah. Diponegoro Journal Of Economics. Vol 1 No 1.

Hartanto, Trianggono,B, Masjkuri, Siti,U. 2017. Analisis jumlah penduduk, pendidikan,upah minimum dan produk domestic regional bruto (PDRB) terhadap jumlah pengangguran di kabupaten dan kota provinsi Jawa Timur tahun 2010-2014. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan. Vol 02 No 1.

Malik, A. 2015. Implementasi kebijakan pelimpahan urusan pemerintahan lingkup kementrian dalam negeri. Vol 7 No2.

Nadir, S.2013. Otonomi Daerah dan desentralisasi Desa. Jurnal politik profektif.Vol.1 Nomor 1.

Perwira, I. 2015. Konstitusionalitas Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang pemerintah Daerah. Jurnal ilmu hokum. Vol 2 No 3.

Probosiwi, R.2016. Pengangguran dan pengaruhnya terhadap tingkat kemiskinan. Jurnal Ples. Vol 15 No 2.

Rossa, Yeni del, Agus imran,dan abdilla. 2019. Pengaruh inflasi, kebijakan moneter dan pengangguran terhadap perekonomian Indonesia. Jurnal ekonomi dan bisnis dharma andalas. Vol 21 Nomor 2.

Sugiyono.2012.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung: Alfabeta.

Sukardi.2007.Metodologi penelitian Pendidikan,Jakarta: PT Bumi Aksara.

Undang-Undang No 23 tahun2014.

Urtalina Faga,A, Sudibia I,K.2019. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran terdidik di Kabupaten/Kota di Bali.E-Jurnal EP Unud.Vol 7 No 10.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-10-27