PENINGKATAN AKTIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PKN KELAS IV MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT DI SDN 19 TANJUNG DURIAN

Penulis

  • Rozi Afrita Sari
  • Nurharmi .
  • Asrul Thaher

Abstrak

Penelitian ini termotivasi oleh kurangnya mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir, Sehingga terdapat beberapa indikasi yang menyebabkan rendahnya aktivitas siswa di antaranya adalah siswa tidak memperhatikan guru dalam pembelajaran berlansung, bermain-main dengan teman sebangkunya, dan bahkan ada yang berkelahi waktu pembelajaran berlansung.  Proses belajar di kelas hanya diarahkan untuk mendekati kemampuan siswa untuk menghapal informasi. Akibatnya, kurangnya aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menjadi rendah, dan ini terlihat seperti rendahnya jumlah siswa bersedia untuk mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan karena malu dan takut salah. Dampak dari kurangnya aktivitas siswa juga terlihat di ujian Mid semester  2012/2013. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tounaments (TGT).

Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn  kelas IV melalui model  TGT di SDN 19 Tanjung Durian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model TGT dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran PKn.

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara partisipan. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 19 Tanjung Durian yang berjumlah 15 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa dan lembar observasi aktivitas  guru.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa rerata nilai ulangan harian siklus I adalah 53,33% dengan persentase ketuntasan belajar 61,33% dan rerata nilai ulangan akhir siklus II adalah 72,85% dengan persentase ketuntasan belajar 71,42%. Dari hasil lembar observasi aktivitas siswa pada siklus I diperolah rerata persentase aktivitas diskusi kelompok adalah 49,99%, rerata aktivitas menjawab pertanyaan adalah 76,66%, rerata aktif dalam bermain adalah 66,66%. Sedangkan pada siklus II rerata persentase dari aktivitas diskusi kelompok adalah 79,99%, rerata aktivitas menjawab pertanyaan adalah 83,33%, rerata aktif dalam bermain adalah 86,66%. Ini berarti pelaksanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan model TGT berlangsung dengan baik.

Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan model TGT dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas IV SDN 19 Tanjung Durian. Berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menyarankan agar guru dapat mengunakan media pelajaran untuk meningkatkan aktivitas siswa

 

Kata kunci: aktivitas, PKn, model TGT

##submission.downloads##

Diterbitkan

2013-03-13