Model Blended Learning Terhadap Hasil Belajar PPKn Kelas X Tata Boga di SMK Negeri 3 Payakumbuh

Penulis

  • Hidayatul Atikah Universitas Bung Hatta
  • Pepriyenni Universitas Bung Hatta

Kata Kunci:

Blended Learning, Hasil Belajar PPKn, Pretest and Posttest Control Group Design

Abstrak

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu mata pelajaran yang diamanatkan untuk mewujudkan pendidikan Nasional adalah mata pelajaran PPKn, yaitu mata pelajaran yang secara khusus berperan penting dan sangat berpengaruh dalam membentuk moral peserta didik dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Pembelajaran PPKn secara khusus, menemui kendala dan tantangan, mulai dari persoalan kebijakan, finansial, SDM, kurikulum. Sebagian pada persoalan strategi dan teknis oprsional proses pembelajaran dalam kelas, seperti persoalan metode atau model pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran, termasuk pembelajaran pada mata pelajaran PPKn. Terkait dengan masa pandemi COVID-19 yang saat ini masih dikhawatirkan, ataupun kondisinya sudah tidak terkait dengan pandemi COVID-19. Model pembelajaran yang tepat termasuk pembelajaran PPKn adalah model Blended Learning. Tujuan model blended learning adalah memudahkan guru dan siswa dalam melakukan kegiatan proses belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai tepat dan baik. Pada saat pembelajaran guru cenderung menggunakan metode ceramah, sehingga pencapaian tujuan pembelajaran tidak optimal. Peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran, seperti sulit memahami pembelajaran, kesulitan untuk bertanya kepada guru karena terkendala akses jaringan internet, susah sinyal serta peserta didik sulit memahami materi pembelajaran yang seharusnya diterima di sekolah. Oleh karena itu peneliti berpendapat dan merumuskan persoalan tersebut penting untuk diteliti, tentang Pengaruh Model Blended Learning Terhadap Hasil Belajar PPKn Kelas X Tata Boga di SMK Negeri 3 Payakumbuh. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jenis pretest dan posttest control group design. Dalam design ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal penelitan untuk melihat adakah perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 72 orang peserta didik yaitu kelas X Tata Boga.1 dan X Tata Boga.3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, Kelas Eksperimen mengalami peningkatan 10 dan untuk kelas kontrol mengalami peningkatan 10,08 dari perolehan hasil posttest. Hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen menunjukkan nilai rata-rata yaitu 80,00. Hasil belajar PPKn peserta didik pada kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata yaitu 78,97. Berdasarkan hasil Pengujian hipotesis menggunakan uji-t statitstik menunjukkan thitung>ttable dengan nilai thitung 2,5263 dan nilai ttabel sebesar 1,6641, pada taraf nyata signifikan 0,05 menunjukkan bahwa hasil belajar PPKn siswa kelas X Tata Boga. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Blended Learning terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Ha di terima.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-03-09