ANALISIS BIAYA OPERASI PEMBANGKIT PLTD DAN PLTG (Aplikasi PT.PLN Cabang Rengat unit PLTD Kota Lama dan PLTG Lirik)

Authors

  • Muhammad Reza
  • NH. Kresna .
  • Cahayahati .

Abstract

Kota Rengat terdapat beberapa pembangkit untuk penyaluran listrik secara kontinu
diantaranya PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) Kota Lama dan PLTG (Pembangkit
Listrik Tenaga Gas) Lirik. Permasalahan sistem kelistrikan yang terjadi di Kota Rengat
adalah PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik
pelanggan dan besarnya pemakaian bahan bakar. Solusi dari permasalahan diatas adalah
harus didirikan pembangkit thermal yang menggunakan bahan bakar seirit mungkin seperti
PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Lirik agar pelanggan bisa terlayani dengan
kebutuhan listrik yang dimiliki PLN. Dalam skripsi ini menghitung SFC (Scientific fuel
consumption) dan SGC (Scientific Gas Consumption) pada pembangkit, menghitung
berapa besar harga bahan bakar, dan menentukan pengoperasian pembangkit sesuai dengan
permintaan pelanggan. Hasil yang diinginkan dari skripsi ini adalah PLTG (Pembangkit
Listrik Tenaga Gas) beroperasi terlebih dahulu dalam keadaan beban dasar, beban
menengah, serta beban puncak, dan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) beroperasi
ketika PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) tidak bisa lagi menyalurkan daya yang
diminta pelanggan maka PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) bertugas untuk
memback-up PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) supaya bisa menyalurkan energi
listrik secara kontinu sesuai dengan permintaan pelanggan. Serta dengan penggunaan
bahan bakar dari PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) yang sedikit bisa menghasilkan
energi listrik yang besar. Dan mengeluarkan biaya untuk pembangkit di Kota Rengat
dengan seefisien atau seirit mungkin.
Kata Kunci : SFC & SGC, PLTD & PLTG, OPERASI PEMBANGKIT

Downloads

Published

2013-03-26