ABSTRACT OF UNDERGRADUATE RESEARCH, FACULTY OF INDUSTRIAL TECHNOLOGY, BUNG HATTA UNIVERSITY https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI en-US ariefrinolaminovia@yahoo.com (ariefrinolaminovia) bhkdf@gmail.com (-) Thu, 12 Mar 2026 07:23:31 +0000 OJS 3.2.1.5 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN VERTIKAL TIPE SAVONIUS SKALA KECIL SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK UNTUK PENERANGAN JALAN https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29397 <p>Ketersediaan energi listrik untuk penerangan jalan di wilayah perkotaan dan daerah terpencil <br>masih menghadapi kendala keterbatasan sumber energi serta ketergantungan terhadap jaringan <br>listrik konvensional. Salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan energi <br>angin melalui turbin angin vertikal tipe Savonius skala kecil. Penelitian ini bertujuan <br>merancang, merealisasikan, dan menganalisis kinerja turbin angin Savonius tiga bilah sebagai <br>sumber energi listrik untuk penerangan jalan. Metode yang digunakan meliputi perancangan <br>prototipe, pembuatan dan perakitan sistem mekanik dan elektrik, serta pengujian pada kondisi <br>angin alami berkecepatan rendah dan tidak konstan. Parameter yang dianalisis meliputi <br>kecepatan putar rotor, tegangan, arus, daya listrik, serta efisiensi konversi energi. Hasil <br>pengujian menunjukkan daya angin tertinggi sebesar 48.3 watt, yang dikonversi menjadi daya <br>mekanik sebesar 9.64 watt dengan efisiensi 11.75%. Daya listrik yang dihasilkan sebesar 5.68 <br>watt dengan efisiensi konversi mekanik ke listrik sebesar 58.8%. Daya tersebut cukup untuk <br>mendukung lampu DC 5 watt, meskipun kestabilan output dipengaruhi fluktuasi kecepatan <br>angin. Dengan optimalisasi desain dan sistem konversi, turbin angin Savonius berpotensi <br>menjadi solusi penerangan jalan berbasis energi terbarukan yang mandiri dan berkelanjutan.</p> Taruna Putra, Edi Septe Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29397 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH ROUGHNESS PADA PENGGERINDAAN MATERIAL HIGH SPEED STEEL (HSS) DENGAN BATU GERINDA CBN 46 UNTUK PROSES PEMOTONGAN KERTAS BOARD https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29400 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekasaran permukaan (roughness) hasil <br>penggerindaan pisau slitter berbahan High Speed Steel (HSS) menggunakan batu gerinda <br>Cubic Boron Nitride (CBN) 46 terhadap performa pemotongan kertas board. Proses <br>penggerindaan dilakukan dengan variasi kedalaman gerinda 0,02 mm hingga 0,10 mm, <br>sementara kecepatan gerinda (30 m/s) dan cross-feed (0,5 mm) dibuat konstan. Nilai kekasaran <br>permukaan (Ra) diukur menggunakan roughness tester Mitutoyo. Performa pemotongan <br>dievaluasi berdasarkan gaya potong, kualitas visual tepi potongan, panjang potong efektif, dan <br>skala microfice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman gerinda secara <br>signifikan meningkatkan nilai Ra dari 0,250 µm menjadi 0,630 µm. Kenaikan Ra ini <br>berbanding lurus dengan peningkatan gaya potong (dari 18,5 N menjadi 29,7 N) serta <br>penurunan kualitas potongan dan umur pakai pisau. Pisau dengan permukaan lebih halus (Ra <br>rendah) menghasilkan gaya potong lebih kecil, kualitas potongan lebih baik, dan panjang <br>potong efektif lebih tinggi. Nilai kekasaran permukaan optimal untuk pemotongan kertas board <br>dalam penelitian ini adalah Ra ≤ 0,32 µm, yang dicapai pada kedalaman gerinda 0,02-0,04 mm</p> Fachri Reza, Burmawi Dr.Burmawi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29400 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS EFISIENSI TERMAL BOILER WATERTUBE DENGAN BERBAGAI VARIASI BAHAN BAKAR https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29440 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi termal pada boiler tipe watertube <br>berdasarkan variasi penggunaan bahan bakar biomassa dan padat yang digunakan secara <br>bersamaan dalam proses pembakaran.Boiler merupakan peralatan penting dalam industri <br>yang berfungsi menghasilkan uap melalui proses pemanasan air menggunakan energi panas <br>dari pembakaran bahan bakar. Efisiensi termal boiler dipengaruhi oleh karakteristik bahan <br>bakar, nilai kalor, serta laju pemakaian bahan bakar yang digunakan dalam sistem <br>pembakaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis langsung (direct <br>method), yaitu dengan membandingkan energi panas yang dihasilkan dalam bentuk uap <br>dengan total energi panas yang masuk dari bahan bakar. Data yang digunakan dalam <br>penelitian ini diperoleh dari data operasional aktual boiler selama beberapa hari pengamatan, <br>yang meliputi konsumsi bahan bakar kulit kayu, batubara, dan sludge serta produksi uap yang <br>dihasilkan. Nilai kalor masing-masing bahan bakar digunakan untuk menghitung total energi <br>panas yang masuk ke dalam sistem boiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi <br>komposisi bahan bakar memberikan pengaruh terhadap nilai efisiensi termal boiler yang <br>dihasilkan. Bahan bakar batubara memberikan kontribusi energi panas yang lebih besar <br>karena memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit kayu dan sludge. <br>Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh variasi bahan <br>bakar terhadap kinerja boiler serta menjadi referensi dalam upaya peningkatan efisiensi <br>energi dan pemanfaatan limbah sebagai sumber energi alternatif dalam sistem pembangkit <br>uap industri.</p> Zulhavif Dandi, edi Septe Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29440 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 KARAKTERISTIK EMAS BATANGAN DAN PERHIASAN BERDASARKAN UJI KOMPOSISI, ANALISA KIMIA, KEKERASAN, DAN BERAT JENIS SEBAGAI DASAR STANDARISASI JAMINAN GADAI https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29442 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik emas batangan dan emas perhiasan melalui <br>pendekatan pengujian komposisi unsur menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), analisa kimia, <br>uji kekerasan, dan uji berat jenis (density test) sebagai dasar penguatan standarisasi penilaian <br>jaminan gadai. Metode yang digunakan merupakan metode eksperimental kuantitatif dengan <br>pengambilan sampel emas batangan dan perhiasan pada beberapa kadar karat (8K, 16K, 18K, dan <br>23K).</p> David Apriandi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29442 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH VARIASI TEMPERATUR DAN DURASI PENGUJIAN TERHADAP KESTABILAN TEKANAN PADA PROSES HYDROSTATIC TEST https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29443 <p>Pengujian hydrostatic test merupakan metode yang digunakan untuk memastikan kekuatan <br>serta integritas suatu sistem perpipaan sebelum digunakan dalam operasi. Penelitian ini <br>bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi temperatur dan durasi pengujian terhadap <br>kestabilan tekanan pada proses hydrostatic test. Penelitian dilakukan dengan melakukan <br>pengujian tekanan pada sistem perpipaan menggunakan variasi temperatur tertentu dan durasi <br>penahanan tekanan yang berbeda. Data tekanan yang diperoleh kemudian dianalisis untuk <br>mengetahui perubahan tekanan yang terjadi selama proses pengujian. Hasil penelitian <br>menunjukkan bahwa temperatur dan durasi pengujian memiliki pengaruh terhadap kestabilan <br>tekanan. Semakin lama durasi penahanan tekanan maka terjadi kecenderungan penurunan <br>tekanan secara bertahap. Selain itu, perubahan temperatur juga mempengaruhi fluktuasi <br>tekanan dalam sistem. Oleh karena itu, pengendalian temperatur serta pemilihan durasi <br>pengujian yang tepat sangat penting untuk memperoleh hasil hydrostatic test yang akurat dan <br>sesuai standar.</p> Esra Pasaribu Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29443 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERFORMA POMPA SENTRIFUGAL TIPE A21-80-S UNTUK DRY END PULPER SUMP PUMP DI PT RAPP https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29444 <p>Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan utama dalam sistem industri yang berfungsi <br>untuk memindahkan fluida dengan menambahkan energi pada aliran. Di PT RAPP, pompa <br>sump pump tipe NVP21-80 mengalami kerusakan dan dinyatakan absolut sehingga diperlukan <br>penggantian unit dengan tipe pompa horizontal guna mendukung kemudahan perawatan. <br>Sebagai pengganti dipilih pompa sentrifugal tipe A21-80-S dengan kapasitas 20 L/s dan head <br>desain 10 m. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian performa pompa terhadap <br>kebutuhan aktual sistem Dry End Pulper Sump Pump berdasarkan parameter head total dan <br>kebutuhan daya. Metode penelitian dilakukan melalui pengumpulan data kondisi operasi dan <br>sistem perpipaan, perhitungan kecepatan aliran, bilangan Reynolds, kerugian head mayor dan <br>minor, serta penentuan head total dan daya pompa menggunakan persamaan mekanika fluida. <br>Hasil analisis menunjukkan bahwa head total sistem sebesar 7,16 m, yang terdiri dari head <br>statis 4 m dan total kerugian head 3,16 m, masih berada di bawah head desain pompa sebesar <br>10 m. Kebutuhan daya hidrolik sebesar 1,41 kW, daya poros sebesar 2,01 kW, dan kebutuhan <br>daya motor sebesar 2,23 kW pada kondisi normal, sedangkan pada kondisi maksimum <br>konservatif sebesar 3,13 kW, yang masih berada di bawah kapasitas motor terpasang 5,5 kW. <br>Berdasarkan hasil tersebut, pompa sentrifugal tipe A21-80-S dinyatakan mampu memenuhi <br>kebutuhan sistem dan layak digunakan sebagai pengganti pompa sebelumnya.</p> Mita Panjaitan Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29444 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISA KEGAGALAN POROS POMPA ZVV PADA AREA PULP DRYER PT. X MENGGUNAKAN METODE FMEA https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29445 <p>Poros pompa merupakan komponen vital dalam sistem pemompaan yang berfungsi untuk <br>mentransmisikan daya dari motor penggerak ke impeler. Di area Pulp Dryer PT. X ditemukan <br>adanya kerusakan berulang pada poros pompa tipe ZVV yang berdampak pada penurunan <br>efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis <br>mode kegagalan yang terjadi pada poros pompa tersebut serta menentukan prioritas <br>penanganannya menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Data <br>dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan operator dan teknisi, serta studi <br>dokumentasi pemeliharaan. Analisis dilakukan dengan menentukan nilai Severity (S), <br>Occurrence (O), dan Detection (D) untuk setiap mode kegagalan, yang kemudian dikalkulasi <br>menjadi nilai Risk Priority Number (RPN). Mode kegagalan dengan nilai RPN tertinggi <br>menjadi prioritas utama dalam upaya perbaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan <br>utama yang terjadi adalah keausan bantalan, kelelahan material pada poros, dan <br>ketidaksejajaran kopling. Mode kegagalan dengan nilai RPN tertinggi adalah kelelahan <br>material pada poros akibat tegangan berlebih dan pelumasan yang tidak optimal. Rekomendasi <br>yang diberikan meliputi peningkatan prosedur pemeliharaan prediktif, penggantian material <br>poros yang lebih tahan terhadap beban siklik, serta penerapan sistem pelumasan. Dengan <br>pendekatan FMEA, perusahaan dapat lebih proaktif dalam mengidentifikasi potensi kegagalan <br>kritis dan menyusun strategi pemeliharaan yang lebih efektif guna meningkatkan keandalan <br>pompa dan efisiensi produksi.</p> Muhammad Doniko Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29445 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kegagalan V-belt Pada Pumping Unit Di Heavy Oil https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29446 <p>Pumping unit merupakan salah satu peralatan utama dalam produksi heavy oil yang <br>berfungsi untuk menggerakkan sistem pompa melalui transmisi mekanis. Salah satu komponen <br>transmisi mekanis dalam sistem ini adalah v-belt, yang berperan dalam mentransfer daya dari <br>motor penggerak ke unit pompa. Namun, kegagalan v-belt sering terjadi akibat beban kerja <br>tinggi, kondisi operasi yang berat, serta faktor desain dan pemeliharaan yang kurang optimal. <br>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan v-belt pada pumping unit <br>heavy oil melalui pendekatan studi kasus dan analisis teknis. Metode yang digunakan meliputi <br>pengumpulan data operasional, inspeksi visual, pengukuran parameter kerja, serta perhitungan <br>kapasitas transmisi berdasarkan standar desain v-belt. <br>Hasil analisis menunjukkan bahwa kegagalan dominan disebabkan oleh slip berlebih, <br>keausan permukaan, dan ketidaksesuaian tegangan awal yang mengurangi efisiensi transmisi <br>daya. Selain itu, kondisi lingkungan yang ekstrem mempercepat degradasi material v-belt. <br>Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan spesifikasi v-belt yang <br>sesuai, penerapan prosedur pemasangan yang benar, serta program pemeliharaan preventif <br>untuk meningkatkan keandalan pumping unit pada operasi heavy oil.</p> mulyadi, Edi Septe Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29446 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Evaluasi Kondisi Dan Keandalan Pompa Sentrifugal P-2003 JB Pada Sistem Cooling Tower Berbasis Getaran RMS (ISO 108163) Dengan Analisis Head -Efisiensi Serta FMEA Dan RCFA (5 Why) https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29447 <p>Pompa sentrifugal pada sistem Cooling Tower berperan penting menjaga kontinuitas sirkulasi <br>udara pendingin sehingga pendinginannya menjadi faktor penting dalam operasi industri. <br>Penelitian ini bertujuan mengumpulkan kondisi dan kinerja pompa sentrifugal single stage <br>P-2003 JB melalui analisis getaran, perhitungan head, estimasi efisiensi, serta analisis <br>kegagalan untuk menentukan prioritas penanganan dan akar penyebab paling mungkin. Metode <br>penelitian berupa studi kasus dengan pengumpulan data parameter operasi (tekanan suction <br>dan debit, beda elevasi, serta kecepatan aliran) dan data getaran kecepatan RMS pada beberapa <br>periode pengukuran. Evaluasi kondisi dilakukan dengan trending RMS dan klasifikasi ISO <br>10816-3, sedangkan performa dihitung menggunakan persamaan energi (Bernoulli). Efisiensi <br>pompa dihitung berdasarkan perbandingan daya hidrolik terhadap daya input sesuai data yang <br>digunakan pada penelitian. Analisis kegagalan dilakukan menggunakan Failure Mode and <br>Effects Analysis (FMEA) dan Root Cause Failure Analysis (RCFA)</p> Leo Sanjaya, Iman Satria Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29447 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Robotika pada Proses Palletizing di Lini Inkje Retra PT. XYX https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29449 <p>Penelitian ini berfokus pada peningkatan efisiensi produksi melalui implementasi sistem <br>robotika pada proses penataan pallet produk inkje retra di PT. XYX. Sebagai perusahaan <br>manufaktur yang terus berkembang, PT. XYX menghadapi tantangan berupa peningkatan <br>biaya tenaga kerja setiap tahun. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mencari strategi <br>efisiensi yang lebih inovatif melalui penerapan teknologi otomatisasi. Lini produksi inkje <br>retra dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki komposisi tenaga kerja yang cukup <br>besar, yaitu sekitar 61%, sehingga berpotensi memberikan penghematan biaya yang signifikan <br>apabila dilakukan optimalisasi proses. Saat ini proses penataan pallet masih dilakukan secara <br>manual oleh operator, yang menyebabkan tingginya penggunaan tenaga kerja, waktu siklus <br>produksi yang relatif lama, serta potensi risiko ergonomi akibat pekerjaan yang bersifat <br>repetitif. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan sistem <br>otomatisasi penataan pallet menggunakan robot industri guna mengurangi kebutuhan tenaga <br>kerja hingga 33,33% serta meningkatkan efisiensi waktu siklus produksi hingga 0,96%. Selain <br>itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menghitung estimasi penghematan biaya tahunan serta <br>meningkatkan keselamatan kerja dan konsistensi kualitas proses produksi. Metode penelitian <br>dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses kerja manual, pengukuran waktu siklus <br>produksi, serta analisis data produksi dan biaya operasional untuk mendukung perhitungan <br>kelayakan investasi. Tahapan penelitian meliputi analisis proses manual menggunakan prinsip <br>ECRS (Eliminate, Combine, Rearrange, Simplify), perancangan sistem otomatisasi, serta <br>simulasi perangkat lunak untuk mengoptimalkan jalur gerak robot dan pola penataan pallet. <br>Sistem yang dirancang menggunakan dua unit robot Yaskawa HC30PL dengan berat angkat <br>maksimal 30 kg yang dilengkapi vacuum gripper, sistem vision, dan kontroler PLC.</p> Sintya Muharramah Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29449 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN PISAU PENCACAH KULIT DAN TONGKOL JAGUNG PADA MESIN PEMIPIL KAPASITAS 80 KG/JAM https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29722 <p>Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian utama di Indonesia yang menghasilkan <br>limbah berupa kulit dan tongkol jagung dalam jumlah besar. Limbah tersebut umumnya belum <br>dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai bahan pakan ternak apabila <br>diolah menjadi ukuran yang lebih kecil. Oleh karena itu, diperlukan suatu alat pencacah yang <br>mampu mencacah kulit dan tongkol jagung secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan <br>untuk merancang pisau pencacah kulit dan tongkol jagung dengan kapasitas 80 kg/jam yang <br>dapat diaplikasikan pada mesin pengupas dan pemipil jagung. <br>Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan geometris pisau pencacah, <br>perhitungan teknis meliputi kapasitas pencacahan, luas bidang potong, gaya potong, torsi dan <br>daya poros, serta perhitungan berat komponen utama seperti pisau, cakram, poros, dan rumah <br>bantalan. Selain itu, dilakukan analisis simulasi statis berbantuan perangkat lunak untuk <br>mengetahui distribusi tegangan, regangan, perpindahan (displacement), dan faktor keamanan <br>pada pisau pencacah. <br>Hasil perancangan menunjukkan bahwa pisau pencacah tipe cakram dengan jumlah 21 mata <br>pisau dan 22 cakram pada satu poros mampu memenuhi kapasitas pencacahan sebesar 80 <br>kg/jam. Gaya potong efektif yang bekerja sebesar 630 N, kebutuhan torsi poros sebesar 4,73 <br>N·m, dan daya poros sebesar 698 W. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan maksimum <br>yang terjadi masih berada di bawah batas izin material, serta nilai faktor keamanan berada pada <br>kondisi aman. Dengan demikian, rancangan pisau pencacah kulit dan tongkol jagung ini <br>dinyatakan layak secara teknis dan aman digunakan untuk mendukung pemanfaatan limbah <br>jagung sebagai pakan ternak.</p> Digum Kanaya, Wenny Marthiana Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29722 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MESIN PENGKONDISIAN UDARA HIBRIDA UNTUK PENDINGIN UDARA DAN PENGERING TANAMAN HERBAL https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29723 <p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan mesin pengkondisian udara hibrida dengan <br>memanfaatkan panas buang kondensor sebagai sumber energi pengeringan tanaman herbal. <br>Metode eksperimental dilakukan di Laboratorium Fenomena Dasar Mesin Universitas Bung <br>Hatta menggunakan sampel kunyit, jahe, kunyit putih, dan lengkuas. Parameter yang diamati <br>meliputi temperatur udara pengering, waktu pengeringan, perubahan massa bahan, dan energi <br>panas masuk. Hasil menunjukkan bahwa panas kondensor dapat dimanfaatkan secara efektif <br>sebagai sumber panas dengan temperatur stabil serta mampu menurunkan kadar air hingga <br>memenuhi standar simplisia. Pemanfaatan panas buang ini meningkatkan efisiensi energi dan <br>berpotensi menjadi alternatif sistem pengeringan yang lebih ramah lingkungan dibanding <br>metode konvensional.</p> Faris Muhammad, Kaidir Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29723 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN MESIN MATA PISAU PENGUPAS DAN PEMIPIL JAGUNG KAPASITAS 80 KG/JAM https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29724 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis kinerja mesin pengupas dan pemipil <br>jagung guna meningkatkan efisiensi proses pascapanen. Mesin menggunakan motor listrik <br>berdaya 1,1 kW dengan putaran 1410 rpm yang direduksi dengan rasio 1:4 sehingga <br>menghasilkan putaran poros pemipil sebesar 352,5 rpm. Hasil perhitungan menunjukkan <br>kecepatan sudut poros sebesar 36,89 rad/s dengan torsi sekitar 7,45 N·m dan gaya pengupasan <br>sebesar 1,49 × 10³ N. Pisau pengupas yang memiliki panjang 575 mm dan diameter 76 mm <br>menghasilkan volume 0,002607 m³ dengan kecepatan sudut 147,5 rad/s. Pada proses pemipilan, <br>gaya pemipil per biji sebesar 0,147 N, dengan torsi poros 0,59 Nm dan kebutuhan daya sekitar <br>21,76 W. Hasil simulasi menunjukkan tegangan maksimum von Mises sebesar 8,161 × 10⁵ <br>N/m² dengan perpindahan maksimum 3,024 mm, sehingga desain dinyatakan aman. Mesin <br>yang dirancang mampu bekerja efektif dengan kapasitas sekitar 80 kg/jam.</p> Raffi Risqullah, Wenny Marthiana Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29724 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SISTEM PENGGERAK DAN RANGKA MESIN PENGUPAS, PEMIPIL DAN PENCACAH JAGUNG https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29725 <p>Penelitian ini membahas perancangan dan analisis rangka serta sistem penggerak mesin <br>pengupas, pemipil, dan pencacah jagung. Rangka dibuat menggunakan material ASTM A36 <br>dengan profil besi siku 35 × 35 × 5 mm dan dimensi 900 mm × 700 mm × 1000 mm. Beban <br>total yang bekerja sebesar 126,22 kg (1.238,21 N). Analisis stabilitas terhadap guling dan geser <br>menghasilkan faktor keamanan masing-masing 0,6 dan 1,2. Titik berat berada pada koordinat <br>X = 0,571 m, Y = 0,191 m, dan Z = 0,333 m yang masih dalam area tumpuan sehingga distribusi <br>beban dinyatakan stabil. Analisis kesetimbangan gaya dan momen menunjukkan rangka <br>mampu menahan beban kerja. Evaluasi tegangan menggunakan metode Von Mises <br>menunjukkan tegangan maksimum berada di bawah batas luluh material dengan faktor <br>keamanan lebih dari 1. Sistem penggerak menggunakan motor listrik 1,5 HP dengan transmisi <br>pulley dan V-belt. Secara keseluruhan, mesin dinyatakan aman dan layak digunakan.</p> ikhmah ramadhan, Wenny Marthiana Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29725 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN KEKUATAN LENTUR DAN SHORE HARDNESS MENGGUNAKAN BAHAN PENGISI KEDUA ( 9 MM ) MATERIAL BIO – KOMPOSIT RESIN EPOXY/SERAT KENAF https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29726 <p>Bio-komposit berbasis serat alam merupakan alternatif material ramah lingkungan pengganti <br>serat sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu dan <br>temperatur pemanasan terhadap sifat mekanik bio-komposit resin epoxy/serat kenaf dengan <br>penambahan bahan pengisi kedua berupa serat kenaf acak sepanjang 9 mm. Spesimen dibuat <br>menggunakan metode hand lay-up dengan tiga lapisan anyaman serat kenaf sebagai pengisi <br>utama dan komposisi 30/70 wt.% (serat/epoxy). Variasi waktu pemanasan adalah 15, 30, 45, <br>dan 60 menit pada suhu 70°C, serta variasi temperatur 50°C, 70°C, dan 90°C. Pengujian <br>lentur mengacu pada ASTM D790 dan pengujian kekerasan menggunakan metode Shore A. <br>Hasil menunjukkan kekuatan lentur tertinggi sebesar 58,015 MPa diperoleh pada waktu <br>pemanasan 45 menit pada suhu 70°C, sedangkan berdasarkan variasi temperatur diperoleh <br>nilai tertinggi sebesar 66,895 MPa pada suhu 50°C. Nilai kekerasan relatif stabil pada rentang <br>98–99 Shore A.</p> Kharen Prima, Hendra Suherman Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29726 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PEMBUATAN ALAT PENGADUK ADONAN KERUPUK MERAH DENGAN KAPASITAS 400 KG/JAM https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29727 <p>Penelitian ini bertujuan untuk merealisasikan pembuatan alat pengaduk adonan kerupuk merah <br>dengan kapasitas 400 kg per jam guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pada <br>industri skala kecil dan menengah. Proses pengadukan manual yang selama ini digunakan <br>dinilai kurang efektif karena memerlukan waktu lama, tenaga besar, serta menghasilkan adonan <br>yang kurang merata dan kurang higienis. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, <br>perancangan gambar teknik, persiapan material, proses manufaktur (pemotongan, pembubutan, <br>pengefraisan, pengeboran, dan pengelasan), perakitan, serta uji fungsi alat. Komponen utama <br>yang dibuat meliputi rangka, poros, blade pengaduk, wadah pengaduk, dan kopling, sedangkan <br>motor penggerak dan sistem transmisi dipilih sesuai spesifikasi rancangan. Hasil pembuatan <br>menunjukkan bahwa alat mampu bekerja sesuai desain dan berpotensi meningkatkan <br>produktivitas, mempercepat waktu pengadukan, serta menghasilkan adonan yang lebih <br>homogen dan efisien dalam proses produksi kerupuk merah.</p> Mardifal amir, duskiardi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29727 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISA PERFORMANSI MOTOR BAKAR BENSIN BERBAHAN BAKAR PERTLALITE DENGAN CAMPURAN ZAT ADITIF https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29728 <p>Meningkatnya kebutuhan energi dan terbatasnya ketersediaan bahan bakar fosil mendorong <br>upaya peningkatan efisiensi penggunaan bahan bakar pada motor bakar bensin. Salah satu cara <br>yang dapat dilakukan adalah dengan penambahan zat aditif berupa octane booster pada bahan <br>bakar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan zat aditif octane <br>booster dengan komposisi 10% dan 20% terhadap performa motor bakar bensin empat langkah <br>tipe Toyota Kijang 4K yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan variasi putaran mesin <br>1200 rpm, 1400 rpm, dan 1600 rpm pada beban 3 kg. Parameter yang dianalisis meliputi torsi <br>poros, daya poros efektif, perbandingan udara dan bahan bakar (Air Fuel Ratio), konsumsi <br>bahan bakar spesifik, serta efisiensi termal mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br>penambahan zat aditif octane booster pada bahan bakar Pertalite dan Pertamax memberikan <br>peningkatan performa mesin yang ditandai dengan kenaikan torsi dan daya poros efektif pada <br>seluruh variasi putaran mesin. Selain itu, penggunaan zat aditif juga mampu menurunkan <br>konsumsi bahan bakar dan meningkatkan efisiensi termal mesin. Dengan demikian, <br>penambahan zat aditif octane booster pada kadar tertentu dapat meningkatkan kinerja motor <br>bakar bensin serta mendukung penggunaan bahan bakar yang lebih efisien.</p> Hafizon syahri, Henry Nasution Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29728 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN ALAT PENGADUK ADONAN KERUPUK MERAH DENGAN KAPASITAS 400 KG/JAM https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29729 <p>Penelitian ini bertujuan merancang alat pengaduk adonan kerupuk merah dengan kapasitas <br>400 kg/jam untuk meningkatkan efisiensi proses produksi. Metode yang digunakan meliputi <br>perancangan komponen utama seperti rangka, poros, sistem transmisi, dan blade pengaduk <br>serta analisis perhitungan teknik. Hasil perancangan menunjukkan alat mampu bekerja secara <br>stabil dan memenuhi kapasitas yang direncanakan sehingga dapat membantu proses <br>pencampuran adonan menjadi lebih cepat dan merata.</p> Novebri nur, duskiardi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29729 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SKUTER LISTRIK https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29731 <p>The development of electric vehicles is an effective solution to reduce dependence on fossil fuels <br>and minimize environmental pollution. This study aims to design and analyze the structural <br>strength of an electric scooter frame. The frame material used was mild steel with a total load of <br>1400 N. The design process was carried out using SolidWorks and analyzed using the finite <br>element method to determine Von Mises stress, displacement, and safety factor. The simulation <br>results showed a maximum stress of 5.403 × 10⁷ N/m², maximum displacement of 3.542 mm, and a <br>minimum safety factor of 2.18. These results indicate that the electric scooter frame is safe for <br>normal operational use.</p> andre agasi, duskiardi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29731 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS CRACK YANG TERJADI PADA SAMBUNGAN PENGELASAN BACK GOUGING PADA BOOM STRUCTURE DENGAN INSPEKSI MAGNETIC PARTICLE TEST https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29732 <p>Penelitian ini berfokus pada analisis kegagalan retakan Heat Affected Zone Crack (Haz Crack) <br>yang terjadi pada sambungan pengelasan back gouging pada Boom Structure Excavator Hydraulic <br>Mining Shovel 6015. Berdasarkan hasil inspeksi lapangan, ditemukan indikasi retakan linier pada <br>daerah HAZ setelah proses back gouging yang berdampak pada penurunan integritas sambungan <br>las, risiko kebocoran sistem hidrolik, serta potensi kegagalan struktural. Tujuan penelitian adalah <br>mengidentifikasi penyebab terbentuknya Haz Crack, mengevaluasi kualitas preparasi kampuh <br>setelah proses CAC-A (Air Carbon Arc Gouging), serta menilai efektivitas Magnetic Particle <br>Inspection (MPI) tipe wet fluorescent (ASTM E1444) untuk deteksi cacat sebelum pengelasan <br>ulang. Metode meliputi observasi visual, pengujian MPI, dan macro etching untuk menilai kualitas <br>fusi logam induk–las. Selain itu dianalisis parameter GMAW (arus, tegangan, travel speed, heat <br>input) dan kebersihan kampuh. Hasil menunjukkan sebagian besar retakan berasal dari HAZ akibat <br>pendinginan cepat, transformasi mikrostruktur menjadi martensit getas, serta hidrogen <br>terperangkap. Konsistensi proses back gouging memengaruhi terbentuknya notch tajam yang <br>mempercepat inisiasi retak. Kesimpulannya, mikrostruktur HAZ yang rapuh, tegangan sisa tinggi, <br>dan prosedur gouging yang tidak optimal merupakan faktor dominan. Rekomendasi: kontrol ketat <br>parameter GMAW, penerapan preheat, standar kebersihan kampuh yang lebih tinggi, serta inspeksi <br>MPI wajib sebelum pengelasan ulang</p> Apriyansyah sutan Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29732 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Perbandingan Kualitas dan Efisiensi Pengelasan Build Up Pada Pivot Menggunakan Proses GMAW Robotik dan GMAW Manual Berdasarkan Inspeksi Magnetik Partikel https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29733 <p>Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas dan efisiensi pengelasan build-up pada <br>pivot large mining truck797 menggunakan metode Gas Metal Arc Welding (GMAW) Robotik <br>dan GMAW Manual. Pivot merupakan komponen kritis, sehingga kualitas pengelasannya <br>sangat menentukan keamanan alat berat tersebut. Penelitian eksperimental ini menggunakan <br>total 10 spesimen uji, yang terdiri dari 5 spesimen pengelasan GMAW Robotik dan 5 spesimen <br>GMAW Manual. Setelah proses machining, evaluasi dilakukan menggunakan metode <br>Magnetic Particle Inspection (MPI) guna mengidentifikasi cacat dan menghitung persentase <br>keberhasilan atau First Pass Yield (FPY). Hasil inspeksi menunjukkan bahwa kualitas <br>pengelasan GMAW Robotik jauh lebih unggul dengan rata-rata keberhasilan FPY mencapai <br>90,50%, sedangkan GMAW Manual hanya sebesar 51,57%. Dari segi efisiensi waktu, GMAW <br>Robotik mampu menyelesaikan proses pengerjaan secara keseluruhan hanya dalam waktu ±7 <br>jam (1 shift) dengan tingkat perbaikan (rework) yang sangat minim. Sebaliknya, GMAW <br>Manual memakan waktu lebih lama karena banyaknya temuan cacat pengelasan seperti lack of <br>fusion, <br>retakan, dan porositas. Kesimpulannya, proses GMAW Robotik sangat <br>direkomendasikan untuk pengelasan build-up pivot karena menghasilkan kualitas yang lebih <br>stabil, konsisten, minim cacat struktural, dan memiliki efisiensi tinggi.</p> Rahmat ilahi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29733 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS TINGGI FLUIDA PADA RESERVOIR INPUT YANG MENYEBABKAN KAVITASI DI POMPA 853P031 PADA PULP DRYER https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29734 <p>Pulp merupakan bahan baku dari beragam produk kebutuhan sehari-hari. Seiring dengan <br>pertumbuhan penduduk, keperluan masyarakat terhadap produk berbasis kertas terus <br>meningkat. PT X meningkatkan produksinya setiap tahun dengan mengupgrade pompa <br>853P031 dari kapasitas 100 l/s (APP3) menjadi 783 l/s (APP5) untuk meningkatkan kapasitas <br>penyaluran pulp. Namun pengupgradetan ini menimbulkan efek samping negatif seperti <br>kavitasi pada pompa dan peningkatan vibrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui <br>tinggi fluida yang menyebabkan kavitasi pada pompa dan menentukan pengaruh tinggi fluida <br>terhadap NPSH pompa melalui perhitungan teoritis. Metode penelitian meliputi pengukuran <br>langsung di lapangan dengan mengambil data level tank, flow fluida, dan vibrasi <br>menggunakan microlog, kemudian dilakukan perhitungan teoritis NPSH available dan <br>dibandingkan dengan NPSH required dari spesifikasi pompa. Hasil penelitian menunjukkan <br>bahwa tinggi fluida yang menyebabkan kavitasi pada pompa adalah lebih rendah dari <br>75,513% tinggi total tangki. Semakin tinggi level pulp pada tangki dan semakin kecil debit <br>aliran pompa maka nilai NPSH available semakin besar sehingga kemungkinan terjadinya <br>kavitasi semakin kecil. Pada level pulp 80% dengan debit maksimal 0,35 m³/s, level 85% <br>dengan debit 0,425 m³/s, level 90% dengan debit 0,475 m³/s, level 95% dengan debit 0,55 <br>m³/s, dan level 100% dengan debit 0,6 m³/s, nilai NPSH av &gt; NPSH req sehingga pompa <br>aman dari kavitasi.</p> Marcelinus Alexander, duskiardi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29734 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Analisis Pengaruh Misalignment Flange Pipa Terhadap Nozzle Pompa Sentrifugal Pada Wellhead Platform https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29735 <p>Penelitian ini membahas dampak misalignment antara flange pipa dan nozzle pompa <br>sentrifugal pada Wellhead Platform (WHP), dengan fokus pada dua unit pompa, 118-P7903 <br>(alignment baik) dan 119-P7903 (alignment buruk). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan <br>teori misalignment dan efeknya pada kinerja pompa, serta membandingkan parameter vibrasi, <br>temperatur bearing, dan level kebisingan dari kedua unit. Analisis dilakukan berdasarkan <br>standar API RP 686 dan API 610, mengidentifikasi bahwa misalignment dapat meningkatkan <br>beban tambahan ke unit pompa, yang dapat menyebabkan kegagalan komponen pompa, <br>termasuk bearing dan mechanical seal. Metode penelitian kuantitatif dan simulasi numerik <br>digunakan agar dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengaruh misalignment <br>terhadap kinerja komponen pompa selama pengujian operasional selama 240 menit. Hasil <br>menunjukkan pompa dengan alignment baik memiliki tingkat vibrasi dan temperatur yang <br>lebih rendah dibandingkan pompa dengan misalignment, mendukung pentingnya instalasi pipa <br>sesuai standar internasional untuk menjaga kinerja optimal sistem. Rekomendasi teknis <br>dihasilkan untuk memperbaiki prosedur instalasi.</p> Jhon Feri Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29735 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT DAN KONSENTRASI ALKALI UNTUK PROSES PERENDAMAN SERAT TERHADAP KEKUATAN TARIK KOMPOSIT EPOXY BERPENGUAT SERAT ABACCA https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29736 <p>Perkembangan industri saat ini mendorong meningkatnya kebutuhan akan material, khususnya <br>untuk pembuatan produk. Namun, penggunaan logam sebagai bahan utama pada berbagai <br>komponen mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh berat logam yang relatif tinggi, proses <br>pembentukannya yang cukup rumit, potensi terjadinya korosi, serta biaya produksinya yang <br>mahal. Untuk mengatasi hal tersebut, kini banyak dikembangkan material alternatif yang <br>memiliki sifat serupa dengan logam. Salah satu material yang berkembang pesat adalah <br>komposit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraksi massa serat dan <br>konsentrasi larutan alkali pada proses perendaman serat terhadap kekuatan Tarik komposit <br>berpenguat serat abacca bermatriks epoxy. Proses fabrikasi menggunakan metode hand lay-up <br>kemudian dilanjutkan dengan proses pressmolding. Fraksi massa serat divariasikan 20%, 40% <br>dan 60% serta konsentrasi larutan alkali yaitu 2% dan 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br>peningkatan fraksi massa serat dan konsentrasi alkali pada proses perendaman serat pada <br>material komposit memberikan pengaruh terhadap kekuatan Tarik, elongasi serta modulus <br>elastisitas dengan nilai masing-masing sebesar 114,6 MPa, 0,0204%, dan 5,6 GPa pada fraksi <br>massa serat 40% dan konsentrasi alkali 6%. Sehingga dapat diambil Kesimpulan bahwa fraksi <br>massa serat dan konsentrasi alkali untuk perendaman serat memberikan pengaruh pada sifat <br>mekanis material komposit yang dibuat</p> Rokhani Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29736 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Parameter Pengelasan Carbon Steel S355J0 terhadap Stainless Steel 316L Berdasarkan Standar AS/NZS 1554.6 Menggunakan Proses SMAW https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29737 <p>Pengelasan merupakan proses khusus yang memerlukan pengendalian manajemen, personel, <br>serta penerapan standar prosedur yang tepat untuk memperoleh hasil sambungan yang <br>memenuhi persyaratan kualitas. Untuk menjamin mutu hasil pengelasan, disusun Welding <br>Procedure Specification (WPS) yang berfungsi sebagai pedoman bagi juru las dalam <br>melaksanakan proses pengelasan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penelitian ini <br>bertujuan untuk mengkualifikasi sambungan pengelasan antara material baja karbon S355J0 <br>dan stainless steel 316L sebagai material logam tak sejenis (dissimilar metal) berdasarkan <br>standar AS/NZS 1554 dengan menggunakan proses Shielded Metal Arc Welding (SMAW). <br>Proses pengelasan dilakukan pada sambungan fillet dengan posisi 2F dan 3F sesuai ketentuan <br>standar yang berlaku, Pengujian spesimen mengacu pada standar AS/NZS 2205.1:2003, <br>sedangkan logam pengisi yang digunakan adalah elektroda 309L sesuai dengan standar <br>AS/NZS 1554.6:2012. Evaluasi kualitas hasil pengelasan dilakukan melalui pengujian <br>makroskopik dengan mengacu pada standar AS/NZS 2205.5.1:2019 untuk menilai penetrasi <br>las, profil sambungan, serta potensi cacat internal. Berdasarkan hasil pengujian makroskopik, <br>spesimen dinyatakan memenuhi kriteria penerimaan standar AS/NZS 2205.5.1:2019 karena <br>tidak ditemukan indikasi cacat (imperfection) pada daerah las maupun zona pengaruh panas.</p> Marchel Iorend Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29737 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Pressure Hydroexpand Terhadap Hasil Push-Out Test Mechanical Liner Pipe 12 Inci Inconel 825 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29738 <p>Industri minyak dan gas menggunakan Mechanical Liner Pipe (MLP) dengan material tahan <br>korosi seperti Inconel 825 sebagai solusi ekonomis pengganti pipa paduan penuh. Integritas <br>struktural MLP sangat bergantung pada kekuatan ikatan mekanis (interference fit) yang <br>dihasilkan melalui proses hydroexpand. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi <br>tekanan hydroexpand dan waktu penahanan (hold time) terhadap kekuatan ikatan mekanis <br>melalui uji push-out. Metode penelitian menggunakan eksperimental kuantitatif pada liner <br>ASTM B424 UNS N08825 dan pipa induk DNV450 DSFU diameter 12 inci. Tekanan uji <br>bervariasi antara 660 sampai 685 bar dengan waktu penahanan 0 dan 10 detik. Kekuatan ikatan <br>diukur menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br>peningkatan tekanan hydroexpand berbanding lurus dengan kekuatan ikatan mekanis hingga <br>mencapai titik optimal sebelum batas luluh pipa induk (705 bar). Penahanan tekanan selama 10 <br>detik terbukti meningkatkan stabilitas deformasi dan homogenitas ikatan dibandingkan tanpa <br>penahanan. Temuan ini memberikan parameter teknis penting dalam manufaktur MLP untuk <br>menjamin integritas sistem perpipaan di lingkungan korosif.</p> Hamdan Imanuddin, duskiardi Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29738 Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMANASAN INDUKSI PADA SUHU 650˚C TERHADAP SIFAT MEKANIK S355J2+N https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29768 <p>Pengaruh metode pemanasan induksi atau induction heating pada suhu 650˚C <br>terhadap material baja S355J2+N. Dimana baja struktural ini banyak digunakan di industri <br>manufaktur alat berat dipilih karena keuletan dan ketangguhanya namun seringkali dalam <br>proses pengelasan pada baja ini dapat menimbulkan distorsi serta menimbulkan perubahan <br>struktur mikro dan meningkatkan sifat-sifat mekaniknya. Metode pemanasan induksi <br>dipilih karena keunggulan dalam kecepatan pemanasan, kontrol suhu yang presisi, dan <br>minimnya oksidasi sewaktu proses pelurusan material yang mengalami distorsi. <br>spesimen baja S355J2+N dipanaskan menggunakan metode pemanasan induksi pada <br>suhu 650°C, dengan waktu penahanan dan laju pendinginan yang konstan pada suhu <br>ruangan (air cooling). Setelah perlakuan panas, dilakukan pengujian kekerasan Vickers <br>(HV) pada setiap spesimen untuk mengetahui perubahan kekerasan yang terjadi. Selain itu, <br>observasi sifat mekanik juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari suhu 650°C pada <br>saat induction heating pada material S355J2+N terhadap kekuatan mekanis pada proses <br>pengujian tensile. <br>Hasil ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang <br>parameter pada metode induction heating untuk pelurusan baja S355J2+N, serta sifat <br>mekanis yang bisa berkontribusi pada pengembangan aplikasi material di industri <br>manufaktur alat berat.</p> Salman alfariz, edi septe Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29768 Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERBANDINGAN HASIL BOND LINE THIKNESS (BLT) MENGGUNAKAN REFLOW OVEN NON VACCUM 832ASM DAN REFLOW OVEN VACCUM HELLER https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29770 <p>Penelitian ini membahas perbandingan hasil pengukuran Bond Line Thickness (BLT) dalam <br>proses Die Attach SON menggunakan dua jenis Reflow Oven, yaitu Reflow Oven Non-Vacuum <br>832ASM dan Reflow Oven Vacuum HELLER. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk <br>menganalisis perbedaan ketebalan BLT yang dihasilkan oleh kedua tipe oven tersebut, serta <br>dampaknya terhadap kualitas sambungan solder. Proses pengukuran BLT dilakukan <br>menggunakan Nikon Measuring Microscope MM-800, dengan mengamati ketebalan lapisan <br>solder antara die dan leadframe setelah proses Reflow. Hasil penelitian menunjukkan <br>bahwa Reflow Oven Vacuum HELLER menghasilkan BLT yang lebih seragam dan konsisten, <br>dengan rentang nilai yang lebih sempit (30,28 – 33,75 µm), dibandingkan dengan Reflow Oven <br>Non-Vacuum 832ASM yang memiliki variasi lebih lebar (32,88 – 37,07 µm). Selain itu, proses <br>Reflow menggunakan oven vacuum juga menunjukkan nilai die tilt yang lebih rendah dan <br>tingkat void yang lebih kecil, yang berkontribusi pada peningkatan kestabilan termal dan <br>mekanik sambungan solder. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan <br>teknologi Die Attach yang lebih andal untuk aplikasi semikonduktor berperforma tinggi.</p> Muhaimin Yusuf Copyright (c) 2026 https://ejurnal.bunghatta.ac.id/index.php/JFTI/article/view/29770 Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 +0000