IMPLEMENTASI “VALUE ENGINEERING” UNTUK PENINGKATAN EFISIENSI PROYEK (STUDI KASUS DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SOLOK SELATAN)

Chitra Yulia Rahmi 1) , Zaidir 2 .

Sari


ABSTRAK
Perkembangan kebutuhan sarana prasarana umum salah satunya tempat ibadah merupakan sebuah
konsekuensi  tuntutan  kemajuan  sebuah  daerah.  Kabupaten  Solok  Selatan  saat  ini  sedang
mempersiapkan  pembangunan  mesjid  agung  yang  dilaksanakan  melalui  APBD  Kabupaten  Solok
Selatan. Pembangunan mesjid tersebut tentunya diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan efektif.
Dalam  pelaksanaannya  tentu  akan  dihadapkan  pada kendala  kesulitan  pengelolaan,  salah  satunya
adalah pemborosan waktu penyelesaian oleh karena perencanaan yang tidak dibuat sesuai harapan.
Pengendalian dalam tahap perencanaan bisa saja dilakukan melalui implementasi value engineering
yaitu mengidentifikasi seluruh item pekerjaan yang memungkinkan dikelola dengan baik dan benar.
Dalam  pelaksanaan  pembangunan  sarana  gedung  selama  ini,  kecendrungan  yang  terjadi  selalu
ditemukan adanya pemborosan dalam waktu pelaksanaan, dan ini tentunya berimplikasi pada kinerja
proyek tersebut. Rekayasa Nilai dalam pandangan manajemen konstruksi adalah salah satu metoda
yang bisa digunakan untuk upaya-upaya pengelolaan proyek, agar proyek selesai tepat waktu, tepat
biaya dan tepat mutu. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang menjadi
penentu  keberhasilan  pelaksanaan  implementasi  Rekayasa  nilai  pada  pembangunan  mesjid  agung
Kabupaten Solok Selatan dan sekaligus mengukur pengaruh item pekerjaan tersebut dalam mencapai
keberhasilan  dan  capaian  efisiensi  proyek  berdasarkan  pendekatan  rekayasa  nilai.  Implementasi
rekayasa nilai dalam penelitian ini akan mengacu pada beberapa referensi sehingga diperoleh hasil
yang lebih maksimal.
Kata Kunci: Rekayasa Nilai, Sarana Prasarana Gedung

Teks Lengkap: PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.