TINDAK TUTUR MENOLAK DALAM BAHASA JEPANG PADA FILM ASUKO MARCH
Abstract
AbstractThis thesis focuses on the Japanese Speech Act of Refusals that is used in dorama (Japanese serial drama) tittle Asuko March. This refusals is analyzed by using approach which is connected of refusals strategies by Beebe, Takahashi, and Uliss Weltz (1990) for classification about refusals strategies. Moreover, this paper too used theory by Roger Brown & Albert Gilman about realitionship with hearer and speakers (2003:158-163). Based on the analysis refusals strategies used theory about realitionship hearer and speakers in terms of age, and closely related or not speakers with hearers. Direct refusals strategies that used verb nonperformative is with realitionship power and solidarity –P +S are three data. Direct refusals strategies with realitionship power and solidarity +P –S is one data. Direct refusals strategies with realitionship power and solidarity =P –S are two data. Direct refusals strategies with realitionship power and solidarity –P –S is one data. Indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity used reason and to go away +P –S are two data, indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity =P -S used reason and principle are two data, indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity -P –S used reason are two data, indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity =P +S used forgive are two data, indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity –P +S used reason and forgive is three data and last indirect refusals strategies with realitionship power and solidarity +P +S used reason is one data.
Keywords : Pragmatic, Refusals, Power and Solidarity
Pendahuluan
Tindak tutur atau tindak ujar (speech act) merupakan suatu ujaran yang mengandung tindakan sebagai suatu fungsional dalam komunikasi yang mempertimbangkan aspek situasi tutur yang digunakan dan dibutuhkan setiap hari.
Yeyenda Kana ( 2013:1) Tindak tutur menolak (refusal) adalah tindak tutur yang sering dipakai dan tidak lepas dari interaksi kehidupan sehari-hari. Adakalanya seseorang mengundang atau mengajak atau meminta pertolongan orang lain, tetapi tidak selamanya ajakan atau permintaan tolong dapat dipenuhi oleh lawan bicara. Saat menyatakan sebuah penolakan bisa disampaikan secara langsung dan tidak langsung.
Ada sejumlah tulisan yang membahas tindak tutur menolak dalam bahasa Jepang.
2
Hal ini secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Yanti Natalia (2004) menulis skripsi Tindak Tutur Menerima dan Menolak dalam Film The Hidden Blade: Kajian Sosiopragmatik. Penelitian tersebut menjelaskan bentuk-bentuk tindak tutur menerima dan menolak.
2. Mayda Nurbaeti (2009) menulis skripsi Tindak Tutur Penolakan dalam Bahasa Jepang pada Film Isshun no Kaze ni Nare. Penelitian tersebut membahas tindak tutur menolak suatu proposisi dalam bahasa Jepang, serta mengaitkannya dengan kesantunan dalam penolakan.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mendeskripsikan strategi tindak tutur menolak dalam film Asuko March dengan jumlah episodenya Sembilan berdasarkan hubungan penutur dengan penutur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskrispsikan strategi yang digunakan para tokoh dalam film dalam memilih tuturan menolak dalam bahasa Jepang ditinjau dari hubungan antara penutur dengan petutur.
Metodologi
Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan semata-mata hanya berdasarkan fakta yang ada atau fenomena yang terjadi pada penutur bahasa, sehingga yang dihasilkan dari penelitian tersebut berupa perian bahasa yang sifatnya seperti potret, paparan seperti apa adanya Sudaryanto (1982:62).
Data penelitian ini adalah tindak tutur menolak dalam bahasa Jepang. Sumber data penelitian ini ialah film Jepang “Asuko Marchâ€, dengan jumlah episodenya 9 yang diproduksi pada tahun 2011 oleh beberapa orang Director, yaitu Naomi Tamura, Renpei Tsukamoto, dan Akira Hibino. Pada penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan menggunakan Observasi Non Partisipan. Menurut Margono (2005 : 161-162) dalam blog sarjanaku.com/ metode pengumpulan data, merupakan suatu “proses pengamatan observer tanpa ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamatâ€.
Langkah-langkah analisis data yang penulis lakukan adalah;
1. mengamati sumber data, yaitu berupa drama seri Jepang;
2. mencatat dan menerjemahkan ungkapan penolakan yang terdapat dalam drama seri Jepang tersebut;
3
3. mengelompokkan strategi penolakan tersebut, berdasar situasi, yaitu hubungan (P) dan (S) antara penutur dan petutur.
4. menganalisis makna dari ungkapan penolakan tersebut
5. dan membuat kesimpulan atas data yang diamati.
Setelah data terkumpul, data diklasifikasi berdasarkan strategi yang digunakan dengan melihat hubungan antara penutur dengan penutur. Lalu, setelah semua penganalisaan dilakukan, penulis menyimpulkan data yang telah dianalisis.
Hasil dan Pembahasan
Menurut teori formula semantik Beebe, Takahashi (1989) & Uliss-Weltz (1990:75) dalam Yuki Malasari (2010:18-22) bentuk-bentuk strategi menolak dalam bahasa Jepang dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu penolakan langsung dan tidak langsung.
Roger Brown dan Albert Gilman (2003:158-163) dalam Gita Nurhasanah (2010:17) mengungkapkan bahwa di dalam suatu peran terdapat dua faktor yang menentukan, yaitu aspek kekuasaan dan aspek solidaritas.
Tindak Tutur Menolak Langsung sebanyak 7 data
1) Strategi tindak tutur menolak dalam hubungan penutur dengan petutur +P +S
Strategi yang digunakan ialah strategi Verba Nonperformatif (é‚行動詞を使ã‚ãªã„直接æ–ã‚‹) suikou doushi wo tsukawanai chokusetsu kotowaru. Hal ini merupakan kata-kata penolakan dengan tidak menggunakan kata kerja atau verba.
Data (2)
æœ‰äººå› : ã‚ã®â€¦ ãã‚ãã‚è¿”ã—ã¦ãれる?ãれ。
Aruto kun Ano… sorosoro kashite kureru?
Yang itu… apa bisa segera dikembalikan?? (menunjuk kearah kalung yang dipakai
京åã•ã‚“ : ã‚„ã 。
Kyoko san Yada.
Tidak mau
æœ‰äººå› : 今日ã¾ã§ã®ç´„æŸã よã?
Aruto kun Kyou made no yakusoku da yone?
Janjinya sampai hari ini?
Situasi :
Aruto yang meminta kalungnya yang dipakai Kyouko untuk dikembalikan, namun Kyouko menolak untuk memberikannya.
Analisis :
4
Pada data (2) penutur atau penolak adalah Kyoko dan petutur adalah Aruto. tuturan penolakan langsung menggunakan verba nonperformatif yang menggunakan kata bentuk negatif 「やã 。ã€Yada Ungkapan 「やã 〠merupakan ungkapan yang digunakan ragam lisan dan informal yang berasal dari kata 「ã„ã‚„ã€sebagai 「感動ã—ã€kandoushi (kata seru) kata 「ã„ã‚„ã€mengungkapkan penyangkalan dan bersinonim dengan 「ã„ã„ãˆã€yang artinya „tidak‟.
Lalu, kekuasaan (P) penutur atau penolak lebih tinggi dari petutur, yaitu usia penutur lebih tua dan profesi penutur yaitu seorang karyawan kantor. Lalu, solidaritas (S) antara penutur dengan petutur, yaitu akrab, karena Kyoko merupakan pelanggan tetap Aruto di Bar, dan di luar itu mereka juga sering bersama.
+P +S ( Usia petutur atau penolak lebih tua, dan profesi yang lebih tinggi. Karena sering bertemu dan sering jalan berdua yang membuat hubungan antara penutur dengan petutur akrab).
2) Strategi tindak tutur menolak dalam hubungan penutur dengan petutur –P +S
Strategi yang digunakan yaitu verba nonperformatif.
Data (1)
( å¤§å‘ å¾¹å…ˆç”Ÿï¼‰: Oomukai tooru sensei
ã¿ã‚“ãªã«ã¯ インターンシップã«
è¡Œã£ã¦ã‚‚らã†äº‹ã«ãªã‚Šã¾ã—ãŸã€‚
Minna ni ha intanshippu ni itte morau koto ni narimashita
Semua kamu harus mengikuti pelatihan magang
生徒 :ã‚ã‚“ã©ãã›ãˆï¼
seito Mendokusee!
Malas ah!
( å¤§å‘ å¾¹å…ˆç”Ÿ) : クラスを4çã«åˆ†ã‘ã¦
Oomukai Tooru Sensei
Kurasu wo yon ban ni wakete
Satu kelas akan dibagi menjadi 4 kelompok
: çã”ã¨ã«ï¼‘週間 åŒã˜ä¼šç¤¾ã§ç ”修をã—ã¦ã‚‚らã†ã‹ã‚‰ã€‚
Hangoto ni isshuukan onaji kaisha de kenshuu wo shite morau kara
Setiap kelompok akan dibagi menjadi 4 kelompok dalam satu perusahaan
生徒 : 1週間ï¼ï¼Ÿ
seito Isshuukan?
Satu minggu?
:行ããŸããªã„ー。
Ikitakunai…
Saya tidak ingin pergi….
Situasi:
Akan diadakan pelatihan kerja selama satu minggu. Namun, salah satu siswanya menolak untuk ikut serta.
5
Analisis:
Pada percakapan ini Oomukai Tooru sensei sebagai penutur dan seito sebagai petutur, terjadinya tuturan menolak yaitu, 「行ããŸããªã„ー。ã€Ikitakunai… yang artinya tidak ingin pergi, petutur menggunakan verba nonperformatif, bentuk negatif.
Petutur atau penolak memiliki kekuasaan (P) lebih rendah dari penutur, yaitu usia petutur atau penolak lebih muda, solidaritas (S) antara penutur dengan petutur dekat akrab.
–P +S (Usia penolak lebih muda dan profesi yang lebih rendah yaitu seorang murid SMA, dan hubungan mereka akrab).
3) Strategi Tindak Tutur Menolak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur =P -S
Strategi yang digunakan yaitu verba nonperformatif.
Data (4)
竹内 :もㆠやã‚ã¨ã‘ã°ï¼Ÿ
Takeuchi Mou yametokeba?
Sudah… bisakah kau hentikan?
å‰é‡Žç›´ : 竹内å›â€¦ã€‚
Yoshino Nao Takeuchi kun
Takeuchi kun
竹内 : ã“ã“ã¾ã§ãã‚‹ã¨
å«ŒãŒã‚‰ã›ã£ã¦ã„ã†ã‚ˆã‚‚→ãŸã ã‹ã¾ã£ã¦ã»ã—ã„ã¨ã—ã‹æ€ãˆãªã„。
Takeuchi Koko made kuru to iya karasette iu yorimo
Tada kamatte hoshii toshika omouenai.
Sikap kamu seperti ini bukan menyindir untuk kita, tetapi kamu yang ingin diperhatikan oleh kita.
桃 : ã¯ã‚?
ãƒã‚«ãªäº‹è¨€ã‚ãªã„ã§ã€‚
Momo Haa? Baka na koto iwanaide
Ah?? Jangan mengatakan hal bodoh seperti itu.
竹内 : ã‚ã‹ã£ã¦ã‚‹ã§ã—ょ。
å‰é‡Žã¯ å›ã®ä¸å¦ã®é€£ä¸ã¨ã¯é•ã†ã€‚
Takeuchi Wakatteru deshou. Yoshino no kimi no chuugaku no renchuu ha chigau
Tahukah kamu?? Kalau Yoshino itu berbeda dengan teman kamu ketika SMP.
桃 : ãªã‚“ã®è©±ï¼Ÿ
Momo Nan no hanashi?
Cerita apa?
竹内 : ã¾ã ビビã£ã¦ã‚“ã®ï¼Ÿ
ã‚ã®æ™‚ã¿ãŸã„ã«ãªã‚‹ã®ã€‚
Takeuchi Mada bibitten no?
Ano toki mitai ni naru no.
Meski takut? Kejadian waktu itu akan terjadi lagi
桃 : ãã‚“ãªã‚“ã˜ã‚ƒãªã„ã‹ã‚‰ï¼
Momo Sonnan jyanaikarai!
Tidak, aku tidak begitu.
Situasi :
6
Momo yang menyangkal dikatakan kalau ia seperti teman-temannya ketika ia SMP.
Analisis :
Pada data (4) penutur ialah Takeuchi dan petutur atau penolak ialah Momo. Tuturan penolakan menggunakan verba nonperformatif bentuk negatif. 「ãã‚“ãªã‚“ã˜ã‚ƒãªã„ã‹ã‚‰ï¼ã€Sonnan jyanaikarai! (Tidak, aku tidak begitu)..
Lalu, kekuasaan (P) penutur dengan petutur (penolak) sejajar atau sama. Solidaritas (S) hubungan personal antara penutur dengan petutur tidak akrab.
=P -S (Usia petutur atau penolak dengan penutur sama atau sejajar, hubungan penolak dengan penutur tidak akrab).
4) Strategi Tindak Tutur Menolak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur –P –S
Strategi yang digunakan yaitu verba nonperformatif
Data (6)
æ•éƒŽ : ãŠã‹ãˆã‚Šã€‚é…ã‹ã£ãŸã。 ã©ã“è¡Œã£ã¦ãŸã®ï¼Ÿãã‚“ãªé¡”ã§è¦‹ã‚“ãªã£ã¦ã€‚俺ã¯ã‚‚ã†ç”Ÿã¾ã‚Œå¤‰ã‚ã£ãŸã‚“ã ã‹ã‚‰ã‚ˆã€‚
Toshirou Okaeri Osokattane. Doko itttetano?Sonna kao de minnatte Ore ha mou
Umare kawattan dakara yo.
Selamat datang
Kamu terlambat, kemana saja kamu?
Jangan perlihatkan dengan muka seperti itu, aku sudah berubah.
横山ã•ã¡ã“ :嫌ã … å«Œã …。
Yokoyama Sachiko Iya da… Iya da…
Tidak.. tidak..
æ•éƒŽ : ã‚れ? å›ã£ã¦â€¦ã€‚
Toshirou Are? Kimitte..
Eh?Kamu.. ( Menunujuk kearah Nao)
横山ã•ã¡ã“ :もã†æ¥ãªã„ã§ï¼ å«Œï¼
Yokoyama Sachiko Mou konaide! Iya!
Jangan datang lagi! Tak mau!
Situasi :
Menceritakan, ketika Sachiko dan Nao yang baru pulang, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan adanya Toshirou (mantan suami Sachiko) yang tiba-tiba sudah ada di rumah Sachiko. Sehingga membuat Sachiko terkejut, akhirnya lari meninggalkan Toshirou.
Analisis :
Pada data (6) yang menjadi penutur adalah Toshirou dan yang menjadi petutur adalah Yokoyama Sachiko. Dalam percakapan di atas Sachiko yang menolak menghampiri Toshirou. petutur menggunakan tuturan penolakan yaitu, 「嫌ã … å«Œã …。〠Iya da… Iya da… (Tidak.. tidak..) dan melarang
7
Toshirou untuk tidak datang lagi menemuinya 「もã†æ¥ãªã„ã§ï¼ å«Œï¼ã€Mou konaide! Iya! (Jangan datang lagi! Tak mau!). penolak mengggunakan tuturan menolak secara langsung verba nonperformatif, menggunakan kata bentuk negatif iya da dan kata keterangan menyuruh mou konaide. (untuk tidak datang lagi).
Hubungan kekuasaan (P) penutur lebih tinggi dari petutur, yaitu usia penutur lebih tua dari petutur. Solidaritas (S) antara penutur dengan petutur tidak akrab.
–P -S (usia petutur atau penolak lebih muda, Hubungan antara penolak atau petutur tidak akrab, apalagi mereka yang sudah lama tidak bertemu semenjak bercerai )
1.1 Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung sebanyak 12 data.
1. Srategi tindak tutur menolak tidak langsung dalam hubungan penutur dengan petutur +P -S
Strategi yang digunakan riyuu, iiwake, benmei dalam artinya „Iiwake’ berarti berdalih, alasan. „riyuu’ berarti alasan dan „benmei’ berarti pembelaan diri, mempertahankan diri. Strategi ini digunakan penolak untuk untuk menjelaskan mengapa penolak tidak dapat memenuhi permintaan mitra tutur dan kaihi (penghindaran)
Data (8)
èª å¤ª : ã†ã‚ãƒ¼ï¼ ã‹ã£ã‘ãˆè»Šï¼
Seita uwa-! Kakke kuruma!
Wah! Mobilnya keren!!
公平 : ã‚㣠ã¡ã‚‡ã£ã¨ï¼
Kouhei 汚ã„手ã§è§¦ã‚‰ãªã„ã§ãれるã‹ãªï¼Ÿ
ã”ã‚ã‚“ãªã•ã„…。
Aa chotto!
Kitanai te sawaranaide kureru kana?
Gomennasai…
Aa… hentikan!
Jangan sentuh dengan tangan kalian yang kotor
Maaf..
Situasi :
Seita yang merasa senang melihat mobil bagus, ketika Seita ingin menyentuh mobil itu, Kouhei langsung menolak mereka menyentuh mobilnya.
Analisis :
Pada data (8) penutur ialah Seita dan petutur (penolak) ialah Kouhei, tuturan penolakan yang digunakan yaitu 「ã‚㣠ã¡ã‚‡ã£ã¨ï¼ 汚ã„手ã§è§¦ã‚‰ãªã„ã§ãれるã‹ãªï¼Ÿã”ã‚ã‚“ãªã•ã„…。ã€Aa chotto! Kitanai te sawaranaide kureru kana? (Aa… hentikan! Jangan sentuh dengan tangan kalian yang kotor. menggunakan penolakan tidak langsung pernyataan iiwake, riyuu dan benmei. Kouhei melarang Seita menyentuh mobilnya, dengan alasan takut kotor.
8
Hubungan penutur dengan petutur dalam percakapan ini yaitu kekuasaan (P) petutur lebih rendah daripada penutur (penolak), Kemudian, solidaritas (S) antara penutur dengan petutur tidak akrab.
+P -S (Usia penolak lebih tua, dan hubungan antara penutur dengan petutur (penolak) tidak akrab.
2. Strategi Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur =P -S
Strategi yang digunakan ketika melakukan tindak tutur menolak kepada seseorang yang hubungannya tidak akrab dan memliki kekuasaan penolak yang sejajar dengan lawan tuturnya, ialah strategi penolakan yang menggunakan iiwake, riyuu dan benmei dan penolakan penghindaran nonverbal yang menyatakan prinsip.
Data (9)
å‰é‡Žç›´ : ã‚㣠竹内ãん。
Yoshino Nao aa Takeuchi kun
Ah Takeuchi
竹内ãã‚“ : ã‚„ã ã。
Takeuchi kun Yadane
Tidak
å‰é‡Žç›´ : ã¾ã 何も言ã£ã¦ãªã„ã‚“ã ã‘ã©ã€‚
Yoshino Nao Mada nani mo itte nain dakedo
Tapi, aku belum mengatakan apa-apa
竹内ãã‚“ : エコカー製作ã®ä»¶ãªã‚‰æ‰‹ä¼ã†æš‡ãªã„ã‹ã‚‰ã€‚
Takeuchi kun Ekoka- seikaku no ken nara tetsudau hima nai kara.
Jika itu mengenai membuat mobil Eco, aku tidak punya waktu.
å‰é‡Žç›´ : ãã‚“ãªã«å‹‰å¼·ãŒå¿…è¦ï¼Ÿå—験㯠ã¾ã ã¾ã å…ˆã よ
Yoshino Nao Sonna ni benkyou ga hitsuyou?jyuuken ha mada mada saki dayo
Apakah kamu harus belajar? Hari ujian kan masih lama?
竹内ãã‚“ : 知ã£ã¦ã‚‹ã‚ˆã? アスコーã®
進å¦çŽ‡ã£ã¦ï¼“パーセント以下ãªã®ã€‚
Takeuchi kun Shitteru yone? Asuko- no shingakurittte san pa-sento ika nano.
Apa kamu tidak tahu? Lulusan Asuko hanya di bawah 3% yang masuk Universitas.
Situasi:
Yoshino bermaksud mengajak Takeuchi untuk membahas soal pembuatan mobil Eco, namun Takeuchi menolak dengan alasan ia harus belajar untuk ujian.
Analisis:
Pada data (9) yang menjadi penutur ialah Yoshino Nao dan yang menjadi petutur ialah Takeuchi. penolakan menggunakan riyuu (alasan) dengan mengatakan, 「エコカー製作ã®ä»¶ãªã‚‰ 手ä¼ã†æš‡ãªã„ã‹ã‚‰ã€‚ã€Ekoka- seikaku no ken nara tetsudau hima nai kara. (Jika itu mengenai membuat mobil Eco, aku tidak punya waktu).
9
Kekuasaan sejajar dan hubungan antara penutur dengan petutur pada episode ini tidak akrab.
=P -S (Usia penolak dengan penutur sejajar, hubungan penolak dengan mitra tutur tidak akrab).
3. Strategi Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur –P -S Strategi yang digunakan ialah stratgi benmei, riyuu dan iiwake.
Data (10)
公平 : 一生ãƒã‚¸ä½œã‚Šã‹ã…。
終ã‚ã£ã¦ã‚“ãªã€‚
Kouhei isshoune jizukuri kaa
Owatten na
Selama hidup membuat sekrup seperti ini..
Kapan selesainya…..
ç«¹å†…å› : ãŠå‰ã‚‰ ã•ã£ãã‹ã‚‰â€¦ã€‚
Takumi kun Omaera sakkikara
Kalian dari tadi omongannya…
èª å : ãŠçˆ¶ã¡ã‚ƒã‚“ã¨ãŠå…„ã¡ã‚ƒã‚“を悪ã言ã‚ãªã„ã§ãã ã•ã„。
Seiko Otouchan to oniichan wo waruku iwanaide kudasai.
Tolong jangan mengatakan hal-hal buruk tentang ayah dan kakak saya.
ãŠçˆ¶ã¡ã‚ƒã‚“㯠ã„ã¤ã‚‚é…ãã¾ã§
é ‘å¼µã£ã¦ãã‚Œã¦ã‚‹ã—→
ãŠå…„ã¡ã‚ƒã‚“㯠アルãƒã‚¤ãƒˆ
é ‘å¼µã£ã¦ãã‚Œã¦ã‚‹ã‚‚ん。
Otouchan ha itsumo osoku made
Ganbatte kureterushi
Oniichan ha arubaito
Ganbatte kureterumon.
Karena ayah selalu bekerja keras sampai malam, kakak juga bekerja keras dengan kerja paruh waktunya.
Situasi :
Kouhei yang mengatakan hal yang buruk tentang pekerjaan Uchiyama dan Takumi sehingga membuat adik bungsu Takumi merasa tidak terima.
Analisis :
Pada data (10) percakapan di atas, yang menjadi penutur adalah Kouhei dan yang menjadi petutur (penolak) ialah Seiko. Tuturan penolakan yang ada dalam data di atas yaitu 「ãŠçˆ¶ã¡ã‚ƒã‚“ã¨ãŠå…„ã¡ã‚ƒã‚“を悪ã言ã‚ãªã„ã§ãã ã•ã„。ã€Otouchan to oniichan wo waruku iwanaide kudasai. (Tolong jangan mengatakan hal-hal buruk tentang ayah dan kakak saya). Dalam percakapan yaitu tuturan penolakan tidak langsung benmei (pembelaan diri, mempertahankan diri) dan riyuu (alasannyanya)
Lalu, power dan solidarity antara penutur dengan petutur (penolak) yang ada dalam percakapan ini. Penutur memiliki kekuasaan (P) lebih tinggi dari petutur, Kemudian solidaritas hubungan personal antara penutur dengan petutur tidak akrab.
10
–P -S (Usia penolak atau petutur lebih muda, hubungan antara penutur dengan petutur tidak akrab).
4. Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur =P +S
Menggunakanstrategi penyesalan atau permintaan maaf dan menghindari lawan tutur. pernyataan penyesalan merupakan strategi kalimat penolakan dengan memberikan pernyataan penyesalan atau permintaan maaf. Dalam penolakan strategi ini dipakai dengan maksud untuk mengungkapkan penutur karena tidak menyanggupi ajakan pengajak.
Data (13)
æœ‰äººå› :何をä¼ãˆãŸã„ã®
Aruto kun Nani wo tsutaetai no
Ingin sampaikan apa? ãˆã£ã¨â€¦ 何?
Etto.. Nani?
Apa itu?
å‰é‡Žç›´ :ç§â€¦ã€‚ç§â€¦ 有人å›ã®äº‹ 好ããªã®ï¼ã ã‹ã‚‰ ç§ã®äº‹
好ãã«ãªã£ã¦ã»ã—ã„ã®ã€‚ç„¡ç†ãªã®ã¯ ã‚ã‹ã£ã¦ã‚‹ã‘ã©â€¦ã€‚
Yoshino Nao :Watashi
Watashi… Aruto kun no kimi suki na no!
Dakara watashi no koto
Suki ni natte hoshii no
Aku..
Aku menyukai Aruto kun!
Maka, kuharap kamu juga
Aku tahu kamu tak mau
æœ‰äººå› :ã”ã‚ん。
Gomen.
Maaf..
Situasi :
Nao mencoba mengungkapkan perasaannya pada Aruto, namun ternyata Aruto menolaknya.
Analisis :
Pada data (13) penutur ialah Yoshino Nao dan petutur (penolak) ialah Yokoyama Aruto. Aruto menggunakan pernyataan penyesalan atau permintaan maaf 「ã”ã‚ん。ã€Gomen. (maaf) pernyataan penyesalan.
Kemudian power dan solidarity antara penutur dengan petutur yaitu kekuasaan (P) penutur dengan petutur (penolak) yaitu setara, usia mereka yang sama. Lalu, solidaritas (S) antara penutur dengan petutur yaitu akrab.
=P +S (usia dan profesi penolak dengan petutur sejajar, hubungan personal penutur dengan petutur akrab).
5. Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur –P +S
Menggunakan strategi dengan alasan, penolakan permintaan maaf, penolakan yang menyatakan bentuk permintaan atau ajakan seseorang yang diutarakan kemudian mencari pilihan lain.
Data (7)
å‰é‡Žç›´ : ãŠã˜ã„ã¡ã‚ƒã‚“ï¼
11
Yoshino Nao 何? ãã®
Ojiichan ! nani? Sono kakkou!
Kakek, apa yang kakek kenakan?
å‰é‡Žå†¨å£«ç”· : 試ç€ã—ã¦ãŸã‚“ã よ。
Yoshino Fujio ã»ã‚‰ å¤ä¼‘ã¿å…¥ã£ãŸã‚‰ã™
Shicaku shite tanda yo. Hora natsu yasumi haittara sugu..
Saya sedang mencobanya, kan sebentar lagi musim panas, dan
葉山ã¸æµ·æ°´æµ´ã«è¡Œãã£ã¦ ç´„æŸã—ã¦ãŸ
Hayama he kaisuiyoku ni yukutte yakusoku shitaro?
Janji ke pantai Hayama untuk berenang
å‰é‡Žç›´ : ã‚ ãれ行ã‘ãã†ã«ãªã„。
Yoshino Nao a sore ikesouninai.
Kelihatannya aku tidak bisa pergi..
å‰é‡Žç›´ : インターンシップã«è¡Œã事ã«ãªã£ãŸã®ã€‚
Yoshino Nao ä»–ã®äºº 誘ã£ã¦ã€‚
Intanshippu ni iku koto ni nattano. Ta no hito sasotte.
Aku harus melakukan magang, coba saja ajak orang lain.
Situasi :
Kakek berencana mengajak cucunya untuk ke pantai. Tetapi, Nao menolak, karena harus melakukan magang.
Analisis:
Dalam data (7), penutur adalah Yoshino Fujio dan petutur (penolak) adalah Yoshino Nao, Nao menggunakan ungkapan menolak secara tidak langsung, pernyataan riyuu (alasan), iiwake (berdalih, alasan) dan benmei (pembelaan diri, mempertahankan diri), dengan mengatakan 「インターンシップã«è¡Œã事ã«ãªã£ãŸã®ã€‚ã€Intanshippu ni iku koto ni nattano.
Pada data (7), hubungan Yoshino Fujio (penutur) dengan Yoshino Nao (petutur) adalah hubungan kakek dan cucu, kekuasaan penutur (P) lebih tinggi dari petutur (penolak), dan memiliki solidaritas (S) hubungan personal antara penutur dengan petutur yaitu sangat dekat atau akrab.
–P +S (Usia petutur atau penolak lebih muda, hubungan penolak dengan petutur akrab)
6. Tindak Tutur Menolak Tidak Langsung dalam Hubungan Penutur dengan Petutur +P +S
Menggunakan strategi penolakan yang menggunakan riyuu, iiwake dan benmei.
Data (18)
ã²ã§ã :ã“ã‚Œ é»™ã£ã¦å—ã‘å–ã£ã¦ãã ã•ã„。
Hideki Kore damatte uketotte kudasai.
Tolong ambillah ini, jangan bertanya kenapa?
Ini adalah upah dari kerja paruh waktu kami.
12
ã²ã§ã :ãªã‚“ã‹ã®è¶³ã—ã«ãªã‚Œã°ã€‚
Hideki Nan ka no tashini nareba.
Ini untuk keperluan kamu.
内山 :ã„ã‚„ ã“ã‚Œã¯å—ã‘å–ã‚Œãªã„よ。
Uchiyama Iya kore ha uketorenaiyo.
Tidak, aku tidak bisa menerimanya.
ã²ã§ã :ã„ã‚„ ã§ã‚‚…。
Hideki Iya demo….
Biarlah Ambillah.
内山 : æ°—æŒã¡ã ã‘å—ã‘å–ã£ã¨ãã‹ã‚‰ã€‚
ã»ã‚“ã¨ã« ã‚ã‚ŠãŒã¨ã†ã€‚ãã‚Œã‹ã‚‰ ã‚ã®å¥³ã®åã«ã‚‚
ãŠç¤¼ã‚’言ã£ã¨ã„ã¦ãã‚Œãªã„ã‹ãªã€‚
å‰é‡Žã•ã‚“ã ã£ã‘?
Uchiyama Kimochi dake uke totttoku kara. Hontou ni arigatou. Orei wo itto ite kurenai kana. Yoshino san dakke?
Aku menerima kebaikan mu, dan juga tolong sampaikan terima kasih ku kepada gadis itu, Yoshino kan namanya.
ã²ã§ã : ã„ã‚„
ã‚ã„ã¤ã¯é–¢ä¿‚ãªã„ã£ã™ã‹ã‚‰ã€‚
Hideki Iya
Aitsu ha kankei naissu kara.
内山 : 雨ã®ä¸ æ¢ã‚ã¦ã‚‚ ãšã£ã¨ãšã£ã¨ãŠé¡˜ã„ã—ã¦ãã‚ŒãŸã‚“ã よ。
Uchiyama Ame no naka tometemo zutto zutto onegaishite kuretandayo.
Bahkan di tengah hujan, untukku minta tolong dengan membungkuk biarpun kami menyuruhnya berhenti.
Situasi :
Menceritakan Hideki dan Mirai yang datang ke Pabriknya Uchiyama dengan memberikan upah mereka dari hasil kerja paruh waktu kepada Uchiyama.
Analisis :
Pada data (18) menjadi penutur adalah Hideki dan Mirai dan penolak ialah Uchiyama. Menggunakan strategi penolakan tidak langsung yang memberikan riyuu (alasan), iiwake (berdalih), benmei dengan mengatakan 「ã„ã‚„ ã“ã‚Œã¯å—ã‘å–ã‚Œãªã„よ。ã€Iya kore ha uketorenaiyo. (Tidak, aku tidak bisa menerimanya). Uchiyama yang tidak bisa menerima, dengan alasaan dia merasa sudah terlalu banyak menerima bantuan.
Lalu power dan solidarity penutur dengan petutur, disini kekuasaan (P) petutur lebih tinggi dari penutur. Lalu, hubungan solidaritas (S) antara penutur dengan petutur yaitu akrab.
+P +S (usia penolak lebih tua dari penutur, hubungan penutur dengan petutur akrab).
Kesimpulan
1. –P +S yang menggunakan verba nonperformatif sebanyak tiga
13
data, yaitu dalam data (1), (3), dan (5).
2. +P +S yang menggunakan verba nonperformatif sebanyak satu data, yaitu dalam data (2).
3. =P -S yang menggunakan verba nonperformatif sebanyak dua data, yaitu dalam data (4) dan (12).
–P –S yang menggunakan verba nonperformatif sebanyak satu data, yaitu dalam data (6).
5. +P –S yang menggunakan riyuu, iiwake ,benmei dan kaihi (penghindaran) sebanyak dua data , yaitu terdapat pada data (8) dan (17).
6. =P –S yang menggunakan strategi penolakan iiwake, riyuu, benmei penolakan yang menyatakan prinsip, sebanyak dua data, yaitu terdapat pada data (9), dan (15).
7. –P –S yang menggunakan strategi penolakan iiwake, riyuu, benmei dua data, yaitu terdapat pada data (10) dan (11).
8. =P +S yang menggunakan strategi penolakan penyesalan, permintaan maaf sebanyak dua data, yaitu terdapat pada data (13) dan (16).
9. –P +S yang menggunakan strategi penolakan iiwake, riyuu,
benmei dan permintaan maaf, serta penolakan yang menyatakan bentuk permintaan kemudian mencari pilihan lain, sebanyak tiga data, yaitu terdapat pada data (7), (14) dan (19).
10. +P +S yang menggunakan strategi penolakan iiwake, riyuu, benmei , sebanyak satu data, yaitu terdapat pada data (18).
Dalam penelitian kekuasaan (P) lebih dilihat dari segi usia, karena suasana film bergenrekan sekolah, maka rata-rata usia dalam penelitian ini masih remaja. Lalu, dari segi profesi, selain sebagai seorang siswa ada juga yang bekerja sebagai guru, buruh pabrik dan wanita karir. Kemudian tingkat solidaritas (S) dalam penelitian ini secara umum banyak hubungan personalnya yang tidak akrab dan kekuasaan (P) penolak banyak yang lebih rendah. Lalu, strategi yang paling sering digunakan yaitu Menolak langsung yang menggunakan verba nonperformatif dan menolak tidak langsung yang menggunakan alasan.
Ucapan Terima Kasih
1. Ibu Dr. Diana Kartika sebagai Ketua Jurusan Sastra Asia Timur dan selaku pembimbing I
2. Bapak Syahrial, S.S., M.Hum selaku pembimbing II
3. Ibu Nur Sumie Ali, S.Pd.
14
4. Teristimewa untuk orang tua dan keluarga tersayang
5. Teman-teman Sastra Jepang 09
Daftar Pustaka
Afiyani, Siti Afni. 2012. “Strategi Kesantunan Berbahasa Siswa Pada Tuturan Menolak Dalam Berkomunikasi Dengan Guruâ€. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
Anggreni, Bima. 2010. “Analisis Turutan Transfer Pragmatikâ€. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Depok: Universitas Indonesia.
Chaer,A dan Agustina, L.2004. Sosiolinguistik. Jakarta:Rineka Cipta.
Edizal. 2010. Tutur Kata Manusia Jepang. Padang : Kayu Pasak.
Kana. Yeyenda. 2013. “Analisis Tindak Tutur Penolakan Bahasa Jepangâ€. Pekanbaru: Pendidikan Bahasa Jepang FKIP Universitas Negeri Riau.
Leech, Geofrrey. 1993. Prinsip-prinsip Pragmatik. Jakarta: Universitas Indonesia.
Malasari, Yuki.2010.â€Analisis Strategi Penolakan dalam Tindak Tutur Bahasa Jepang ditinjau dari serial drama Jepang 14 sai no hahaâ€.Jakarta: Bina Nusantara.
Natalia, Yanti. 2006.â€Tindak Tutur Menerima dan Menolak dalam Film The Hidden Blade: Kajian Sosiopragmatikâ€. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta Padang: Universitas Bung Hatta.
Nurbaeti, Mayda. 2009.â€Tindak Tutur Penolakan dalam Bahasa Jepangâ€.Jakarta: Universitas Indonesia.
Nurhasanah, Gita. 2010.â€Tindak Tutur Mengeluh dalam bahasa Jepangâ€. Depok: FIB Universitas Indonesia.
Subhandian, Fachril. 2010. “Tindak Tutur Persuasif dalam Bahasa Jepangâ€. Depok: FIB Universitas Indonesia
Sudaryanto. 1992. Metode Linguistik. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Sumarsono. 2012. Sosiolinguistik. Yogyakarta: SABDA
Wijana, Dewa Putu. 1996. Dasar-dasar Pragmatik. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Published
2013-09-13
Issue
Section
Articles