PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI DI KORIDOR JALAN RE MARTADINATA DAN JALAN PANCASILA KOTA SUNGAI PENUH

Authors

  • Meizai Dinda Savitri Universitas Bung Hatta
  • Fidel Miro Universitas Bung Hatta
  • Era Triana Universitas Bung Hatta

Abstract

PENDAHULUAN Koridor RE Martadinata-Pancasila Kota Sungai Penuh menjadikan salah satu akses ruas pejalan kaki yang dinilai cukup aktif aktifitas pada pengguna ruas jalan kaki ini,pada jalan RE Martadinata ini beberapanya terdapat sebuah kawasan tempat berwirausaha yang didominasi menjadi pusat keramaian seperti kegiatan perdagangan,jasa,toko dan tempat kegiatan lainnya.namun dilihat pada kawasan ini masih kurangnya pentaan pada koridor jalan RE Martadinata,terutama di fasilitas jalan kaki yang kurang nyaman dan tidak teratur dengan banyaknya pkl bahkan ada yang parkir di badan jalan.Jalan Re Martadinata dijadikan salah satu ruas pejalan kaki di pusat kota sehingga perlu dilakukan penataan agar terciptanya suatu penilaian estetika yang nyaman bagi pejalan di ruas ini. Oleh karena itu, banyaknya kegiatan di kawasan untuk mendukung pergerakan pejalan kaki harus menyediakan fasilitas pejalan kaki yang efektif dan sesuai dengan kriteria umum untuk jalur pejalan kaki karena masih ada beberapa yang belum memenuhi standar kelayakan berdasarkan di (Permen PU NO. 03/ PRT/M/2014) agar dapat dipakai secara efektif. Atas dasar peninjauan tersebut, maka Jalan RE Martadinata dijadikan sebagai unsur objek penelitian yang memiliki nilai daya tarik untuk diteliti, ditinjau dari masalah fisik untuk kelayakan jalur pejalan kaki beserta berbagai permasalahan dari segi sudut pandang kenyamanan, maka penting dilakukan kajian ulang untuk mendapatkan fakta-fakta dari studi ini.yaitu berupa kondisi fisik ruang yang ada. bebas pejalan kaki dan lajur di depan bangunan, kondisi fisik jalur pejalan kaki, kondisi fisik zona pejalan kaki (perkerasan jalan) dan kondisi fisik fasilitas penunjang pada jalur pejalan kaki, serta temuan berupa penataan jalur pejalan kaki yang efektif untuk digunakan berjalan kaki sesuai dengan standar dan kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan prasarana dan sarana jalur pejalan kaki serta rekomendasi penataan jalur pejalan kaki yang lebih efektif yang memenuhi standar dan kriteria. METODE Metode yang dipakai dalam menganalisis penelitian ini adalah deskriptif dengan koomporatif kondisi fisik jalur pejalan kaki saat ini dengan kebijakan peraturan undang-undang terkait dan penilaian berupa ketentuan standar dalam perencanaan, penyediaan, dan pemanfaatan jalur pejalan kaki. Metode yang digunakan dalam analisis adalah membandingkan kondisi trotoar (jalur pejalan kaki) saat ini dengan kebijakan standar peraturan perundang-undangan pemerintah dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03 Tahun 2014 sebagai pedoman yang digunakan untuk menilai kondisi fisik dalam penelitian. daerah. Tahapan analisis yang akan dilakukan adalah: 1. Analisis penyediaan prasarana jaringan pejalan kaki, analisis ini dilakukan dengan cara melihat kondisi eksisting yaitu berupa lebar,tinggi dan kondisi jalur pejalan kaki di kawasan studi lalu membandingkan dengan standar 2. Analisis penyediaan sarana jaringan pejalan kaki, analisis ini dilakukan dengan cara melihat ketersediaan dan kondisi eksisting yaitu berupa jalur hijau atau vegetasi, tempat duduk, tempat sampah, perambuan, jalur diffabel dan jalur penyebrangan di kawasan studi lalu membandingkan dengan standar. Setelah dilakukan survey dan data diperolel lalu menganalisis pada kondisi fisik eksisting di jalur pejalan kaki di koridor Jalan RE Martadinata Kota Sungai Penuh, kebijakan akan diketahui bagaimana semestinya dalam penyediaan fasilitas prasrana dan sarana jalur pejalan kaki yang ideal sesuai dengan permen PU No. 03 Tahun 2014 tentang pedoman perencanaan,penyediaan,dan pemanfaataan prasarana dan sarana jaringan pejalan kaki di kawasan perkotaan. Hasil identifikasi dan analisis kondisi eksisting jalur pejalan kaki nantinya akan menjadi arahan rekomendasi dalam melakukan penataan jalur pejalan kaki di lokasi studi. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan pengumpulan data eksisting ketersediaan prasarana dan sarana jalur pejalan kaki dan membandingkan dengan Permen PU No 03 Than 2014 maka bisa diidentifikasi arahan penataan jalur pejalan kaki di korido Jalan RE MartadinataPancasila belum ada yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan. Maka dari itu harus adanya arahan penataan untuk jalur pejalan kaki di kawasan studi agar menjadi jalur pejalan kaki yang lebih efektif. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: Table 1. arahan penataan psarana di jalur pejalan kaki Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa prasarana jalur pejalan kaki harus ada arahan penataan yaitu untuk lebar,ketinggian,permukaan trotoar dan perkerasan. Berikut adalah gambar arahan penataan Untuk sarana pendukung dikawasan studi juga belum sesuai dengan standar PERMEN PU NO 03 TAHUN 2014. Masih banyak sarana-sarana pendukung di jalur pejalan kaki yang ketersediaannya tidak ada dan masih kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 2. Arahan penataan sarana di jalur pejalan kaki Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa prasarana jalur pejalan kaki harus ada arahan penataan yaitu untuk lebar,ketinggian,permukaan trotoar dan perkerasan. Berikut adalah gambar arahan penataan Gambar 2. Arahan penataan sarana jalur pejalan kaki DAFTAR PUSTAKA Ruang jalur pejalan kaki Planning and Design Guide. (2009). New Zealand: NZ Transport Agency __________2011. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 03/PRT/M/2014/2011 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan

Downloads

Published

2022-03-15