PERANCANGAN RESORT PANTAI PAKU DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK DI KAWASAN WISATA MANDEH TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

Authors

  • Fidya Novita Dwi Jaya Universitas Bung Hatta
  • Jonny Wongso Universitas Bung Hatta
  • Duddy Fajriansyah Universitas Bung Hatta

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, termasuk Indonesia, dengan tujuan meningkatkan devisa serta kesejahteraan masyarakat. Sumatera Barat, dengan garis pantai sepanjang 375 km, memiliki potensi wisata besar, terutama di Kabupaten Pesisir Selatan. Kawasan Wisata Mandeh di Kecamatan Koto XI Tarusan telah menjadi destinasi unggulan yang menarik ribuan wisatawan setiap tahun berkat panorama alam, aksesibilitas, serta perpaduan harmonis perbukitan dan teluk dengan pulau-pulau kecil. Meski kunjungan wisatawan meningkat, fasilitas dan infrastruktur masih terbatas. Kekurangan akomodasi memadai serta tidak adanya pusat kuliner dan oleh-oleh terpadu menjadi kendala utama. Penelitian ini merancang resort di Pantai Paku dengan pendekatan bioklimatik. Resort ini tidak hanya menyediakan penginapan, tetapi juga fasilitas penunjang seperti kuliner, pusat oleh-oleh, spa, dan olahraga air. Pendekatan bioklimatik dipilih untuk menciptakan bangunan yang beradaptasi dengan iklim tropis, memaksimalkan kenyamanan termal, dan mengurangi konsumsi energi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara efisien. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pesisir Selatan, khususnya Kawasan Wisata Mandeh, serta mendukung pariwisata berkelanjutan di Sumatera Barat dengan tetap menjaga kelestarian budaya lokal dan lingkungan.

Downloads

Published

2025-12-28