PERANCANGAN ADAPTIVE REUSE GUDANG LAMA STASIUN KAI PADANG
Abstract
Stasiun KAI Padang atau Stasiun Simpang Haru merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah penting sejak era kolonial Belanda. Namun, perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan kawasan, serta pergeseran fungsi transportasi mengakibatkan beberapa bangunan penunjang, khususnya gudang lama, kehilangan fungsi awalnya dan menjadi tidak ter manfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep perancangan adaptive reuse yang dapat menghidupkan kembali gudang lama di kawasan Stasiun KAI Padang dengan tetap mempertahankan nilai historis dan karakter arsitekturnya. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, analisis tapak, serta kajian preseden untuk menemukan strategi desain yang relevan dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi gudang lama menjadi fungsi baru seperti smart hotel, pusat oleh-oleh dan songket, galeri sejarah perkeretaapian, area olahraga, food court, serta gedung parkir terpadu mampu meningkatkan daya tarik kawasan, memperkuat identitas kota, mendukung pariwisata lokal, serta mendorong minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi umum. Dengan demikian, penerapan adaptive reuse tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian cagar budaya, tetapi juga sebagai strategi pengembangan kawasan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini.