PERANCANGAN KAWASAN PASAR ATAS MENJADI CREATIVE DAN PERFORMING HUB DENGAN PENDEKATAN GENIUS LOCI DI KOTA BUKITTINGGI
Abstract
Sumatera Barat sebagai salah satu Provinsi destinasi wisata utama, tepatnya Kota Bukittinggi memiliki dinamika ekonomi, budaya, dan pariwisata yang terus berkembang. Namun, kawasan Pasar Atas sebagai pusat aktivitas kota menghadapi tantangan berupa kepadatan penduduk, kemacetan, keterbatasan ruang publik, dan menurunnya kualitas infrastruktur. Kondisi ini menegaskan pentingnya perencanaan pusat kreativitas yang mampu mewadahi aktivitas seni, budaya, dan industri kreatif sekaligus meningkatkan kualitas ruang kota. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan kualitatif dengan pendekatan Grounded Theory. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaku kreatif, studi kasus, focus group discussion, serta studi literatur. Analisis dilakukan untuk memahami karakter tapak, pola aktivitas, potensi, dan permasalahan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi perencanaan berada pada bekas Los Saudagar dan Kumango, tepat di kawasan Jam Gadang dengan luas 20.520 m. Site ini memiliki potensi strategis karena berada di simpul wisata, perdagangan, dan pendidikan dengan dukungan lingkungan yang kuat. Potensi utama kawasan mencakup keberadaan komunitas kreatif, lanskap kontur yang unik, serta daya tarik wisata ikonik seperti Jam Gadang dan Ngarai Sianok. Namun demikian, ditemukan permasalahan berupa kemacetan, keterbatasan ruang publik, kualitas utilitas yang kurang optimal, serta tingginya kebisingan. Dengan analisis ini, perencanaan pusat kreativitas di Pasar Atas Bukittinggi diarahkan untuk menjadi ruang publik representatif yang adaptif terhadap budaya lokal, mendukung kegiatan kreatif, serta berkontribusi pada penguatan identitas kota dan pengembangan kawasan berkelanjutan.