PERANCANGAN FASILITAS TERAPI KESEHATAN MENTAL PENDEKATAN BIOPHILIC ARCHITECTURE DI KOTA PADANG

Authors

  • Riski Candra Universitas Bung Hatta
  • Elfida Agus Universitas Bung Hatta
  • Red Savitra Syafril Universitas Bung Hatta

Abstract

Kesehatan mental merupakan isu penting yang semakin mendapat perhatian di Indonesia. Kota Padang sebagai kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi menghadapi tantangan dalam penyediaan ruang publik yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat. Teori psikodinamik menjelaskan bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari interaksi kompleks dalam pikiran yang secara langsung dipengaruhi oleh pengalaman serta lingkungan sosial. Lingkungan awal individu menjadi fondasi penting bagi perkembangan kepribadian, motivasi, dan stabilitas emosional pada tahap kehidupan berikutnya (Tommy Raharja, 2021). Teori ini juga menekankan bahwa konflik internal yang tidak terselesaikan dapat memengaruhi kesehatan mental, yang pada akhirnya tercermin dalam perilaku sehari-hari. Dalam konteks perencanaan arsitektur, teori psikodinamik dapat menjadi dasar dalam merancang ruang yang mendukung kesejahteraan psikologis dengan menghadirkan lingkungan yang kondusif, aman, dan  humanistik. Penelitian ini mengusulkan perencanaan fasilitas terapi kesehatan mental dengan pendekatan Biophilic Architecture. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur, serta analisis komparatif terhadap preseden fasilitas kesehatan mental internasional dan nasional. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi ruang terbuka hijau, sirkulasi alami, pencahayaan, serta zoning fungsional yang memadukan ruang publik, semi privat, dan privat dapat meningkatkan kualitas interaksi sosial sekaligus mendukung terapi kesehatan mental. Konsep ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemulihan psikologis, tetapi juga ruang edukasi, rekreasi, dan penguatan ekonomi lokal.

Downloads

Published

2025-12-28