TINGKAT ANCAMAN BENCANA TSUNAMI DI KOTA PADANG

Authors

  • Alya Maghfira Dianda Universitas Bung Hatta
  • Haryani Universitas Bung Hatta

Abstract

Kota Padang merupakan wilayah pesisir di zona subduksi Samudra Hindia dengan ancaman tsunami tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat ancaman bencana tsunami, membandingkan hasil analisis tingkat ancaman bencana tsunami dengan Kajian Risiko
Bencana Kota Padang, merumuskan strategi mitigasi, serta menilai kesesuaian pola ruang terhadap tingkat ancaman bencana tsunami pada kelas tinggi. Metode yang digunakan Adalah pendekatan kuantitatif melalui weighted overlay ArcGIS dengan lima parameter: land use & land cover (15%), elevasi (25%), kemiringan lahan (20%), jarak dari sungai (20%) dan jarak dari pantai (20%). Hasilnya menunjukkan tingkat ancaman tinggi seluas 7.911 Ha (19,52%) dari total 40.527 Ha, ancaman sedang 12.866 Ha (31,75%), dan rendah 19.750 Ha (48,73%). Perbandingan hasil analisis tingkat ancaman bencana tsunami dengan Kajian Risiko Bencana memperlihatkan perbedaan parameter, penelitian ini memakai 5 parameter, sedangkan kajian tersebut hanya 2, yaitu run up dan jarak dari pantai. Perbedaan jumlah dan jenis parameter memengaruhi luasan yaitu kelas tinggi 7.911 Ha dan sedang 12.866 Ha, sementara kajian risiko
menunjukkan kelas tinggi 6.185 Ha dan sedang 658,80 Ha. Meski berbeda luasan dan klasifikasi, keduanya konsisten mengidentifikasi Kecamatan Koto Tangah sebagai wilayah terdampak terbesar. Strategi mitigasi kelas tinggi meliputi penambahan TES dan TESP, jalur
evakuasi, perubahan fungsi lahan, penguatan bangunan ramah bencana, pemasangan sirine, serta integrasi Tsunami Early Warning System BMKG untuk mendukung evakuasi mandiri ke tsunami safe zone. Serta pemerintah perlu melarang pembangunan di zona merah seperti pada analisis kesesuaian pola ruang terhadap tingkat ancaman bencana tsunami menunjukkan 72,75% tidak sesuai, 17,48% sesuai bersyarat, dan 9,76% sesuai.
Kata Kunci: Ancaman; Tsunami; Padang

Downloads

Published

2026-03-09