PENILAIAN URBAN SPRAWL DI KECAMATAN KOTO TANGAH, KOTA PADANG

Authors

  • Yenita Fitri Universitas Bung Hatta
  • Tomi Eriawan Universitas Bung Hatta

Abstract

Pertumbuhan Kota Padang yang pesat mendorong perubahan penggunaan lahan, terutama dikawasan peri-urban seperti Kecamatan Koto Tangah. Sebagai kecamatan terluas dan diarahkan sebagai kawasan pengembangan permukiman dalam RTRW, Koto Tangah
menunjukkan indikasi konversi lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun yang berpotensi memicu urban sprawl. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pola dan tingkat penyebaran lahan terbangun di Kecamatan Koto Tangah serta mengidentifikasi indikasi
urban sprawl secara kuantitatif dan spasial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif-spasial longitudinal dengan analisis perubahan tutupan lahan tahun 2005, 2015,dan 2025 berbasis citra satelit. Zonasi dilakukan berdasarkan jarak terhadap pusat pelayanan
(pasar) dan jalan utama melalui teknik multiple ring buffer dalam Sistem Informasi Geografis (SIG). Tingkat penyebaran lahan terbangun diukur menggunakan Indeks Shannon’s Entropy untuk mengetahui derajat konsentrasi atau penyebaran pembangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas lahan terbangun di Kecamatan Koto Tangah mengalami peningkatan signifikan dalam periode pengamatan. Nilai relative entropy yang cenderung tinggi mengindikasikan pola perkembangan yang semakin menyebar dan tidak kompak. Berdasarkan matriks keruangan, pola perembetan cenderung mengarah pada karakteristik ribbon development dan leapfrog development di beberapa zona, yang mencerminkan gejala urban sprawl. Temuan ini menunjukkan perlunya pengendalian pemanfaatan ruang yang lebih ketat serta penguatan kebijakan pembangunan berbasis keterpaduan struktur ruang untuk mendorong pertumbuhan kota yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kata Kunci: urban sprawl, lahan terbangun, Shannon’s Entropy, zonasi.

Downloads

Published

2026-03-09