TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI NAGARI PANYUBARANGAN KECAMATAN TIMPEH

Authors

  • Alifia Ayu Azhara Universitas Bung Hatta
  • Wenny Widya Wahyudi Universitas Bung Hatta

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi kelapa sawit di Nagari Panyubarangan yang belum sepenuhnya diikuti oleh pemerataan tingkat kesejahteraan petani. Sebagai salah satu sentra produksi kelapa sawit di Kecamatan Timpeh, wilayah ini memiliki
luas perkebunan ± 2.200 Ha dengan produksi mencapai 120.000 ton per tahun. Namun, perbedaan status penguasaan lahan, variasi pendapatan, serta kepemilikan aset diduga menyebabkan kesenjangan kesejahteraan antar petani. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tingkat kesejahteraan petani perkebunan kelapa sawit. Metode yang digunakan adalah kombinasi analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pembobotan (skoring) terhadap indikator pendapatan, pengeluaran, luas lahan, dan kepemilikan aset. Data diperoleh melalui survei terhadap 70 responden petani kelapa sawit. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar petani berada pada kategori 3 kesejahteraan sedang, dengan pendapatan dominan pada kisaran Rp500.000–Rp1.500.000 per bulan. Petani pemilik cenderung memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi dibandingkan petani penggarap, terutama dipengaruhi oleh luas lahan dan kepemilikan aset produktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingginya produksi kelapa sawit tidak secara otomatis menjamin kesejahteraan petani secara merata. Diperlukan penguatan akses terhadap lahan, peningkatan kapasitas ekonomi petani penggarap, serta kebijakan pemerataan berbasis wilayah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Nagari Panyubarangan secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Kesejahteraan petani, kelapa sawit, pendapatan, luas lahan, kepemilikan aset

Downloads

Published

2026-03-09