TINGKAT KERAWANAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA PADANG DARI APRIL 2024 – MARET 2025
Abstract
Kecelakaan lalu lintas merupakan permasalahan transportasi yang terus meningkat di Kota Padang seiring bertambahnya mobilitas masyarakat, kepadatan kendaraan, serta kondisi geometrik jalan yang beragam. Data menunjukkan adanya peningkatan jumlah kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir, sehingga diperlukan identifikasi zona rawan sebagai dasar perencanaan keselamatan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas di Kota Padang periode April 2024 – Maret 2025, mengkaji tingkat kerawanan berdasarkan waktu kejadian, serta mengidentifikasi tingkat kerawanan berdasarkan tipe tabrakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan Cluster Analysis melalui teknik Kernel Density pada ArcGIS 10.8 dan klasifikasi Natural Breaks. Variabel penelitian meliputi lokasi kecelakaan, waktu kejadian (pagi, siang, sore, malam, dini hari), serta tipe tabrakan (depan – depan, depan – samping, depan – belakang, samping – samping, menabrak penyeberang jalan, dan tabrakan sendiri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan didominasi kategori cukup aman seluas 57.870 Ha (83,27%), rawan 9.144 Ha (13,16%), dan sangat rawan 2.482 Ha (3,57%). Kecamatan Padang Timur menjadi wilayah dengan tingkat sangat rawan tertinggi, sedangkan Kecamatan Koto Tangah mendominasi kategori cukup aman. Berdasarkan waktu kejadian, tingkat sangat rawan tertinggi terjadi di Padang Timur pada pagi, sore, dan malam hari, serta di Padang Utara pada siang dan dini hari. Berdasarkan tipe tabrakan, kategori sangat rawan dominan terjadi pada tabrakan depan–depan di Padang Timur, tabrakan depan–belakang di Lubuk Begalung, menabrak penyeberang jalan di Kuranji, serta tabrakan tunggal di Lubuk Kilangan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar perencanaan penanganan zona rawan kecelakaan melalui pemasangan rambu, peningkatan pengawasan, serta edukasi keselamatan berlalu lintas secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas; Kernel density; Natural breaks; Tingkat kerawanan