KETERLIBATAN MASYARAKAT PADA PROGRAM BANK SAMPAH ( STUDI KASUS: BANK SAMPAH HIJAU LESTARI, KELURAHAN ULAK KARANG SELATAN)
Abstract
Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah, sehingga diperlukan pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat. Salah satu upaya yang diterapkan adalah program bank sampah di tingkat RW hingga kelurahan dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang bertujuan mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, meningkatkan nilai ekonomi, serta mendukung perbaikan kualitas lingkungan (Oktaviani, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlibatan masyarakat dalam program Bank Sampah Hijau Lestari serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara terhadap responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh
responden telah melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, namun hanya 60% yang aktif menyetor sampah, sedangkan 40% lainnya jarang atau tidak aktif. Keterlibatan pada aspek operasional seperti penimbangan, pencatatan, dan penjualan masih terbatas pada 1–2 orang pengelola, sehingga partisipasi masyarakat belum berkembang hingga tahap pengelolaan teknis dan pengambilan keputusan. Faktor pendukung utama adalah tingginya kesadaran lingkungan masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, minimnya fasilitas, kurangnya sosialisasi lanjutan, serta sistem insentif yang kurang menarik. Dibandingkan dengan Bank Sampah Panca Daya, tingkat keterlibatan di Hijau Lestari masih lebih rendah karena lemahnya dukungan kelembagaan dan belum optimalnya sistem pengelolaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan partisipasi memerlukan pembinaan berkelanjutan, penyediaan fasilitas, dan penguatan kapasitas masyarakat agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Keterlibatan Masyarakat, Reduce, Reuse, Recycle, Bank Sampah