KESOPANAN BERBAHASA DALAM TINDAK TUTUR DIREKTIF PERAWAT DI BANGSAL BEDAH RUMAH SAKIT dr. M. DJAMIL PADANG

Authors

  • Destiyarini Hutagalung
  • Ngusman Abdul Manaf
  • Eva Krisna

Abstract

Bahasa digunakan oleh penutur untuk menyampaikan maksud-maksud tertentu kepada mitra tutur seperti menyuruh, memohon, meminta, dan sebagainya. Tindak tutur seperti ini dikelompokkan ke dalam tindak tutur direktif, yaitu  tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu (Searle, 1979. ,  Yule, 1996:93).  Di dalam bertindak tutur, kesopanan harus diperhatikan sehingga penutur dan petutur sama-sama merasa dihargai. Sebagai pusat pelayanan kesehatan,  penggunaan bahasa di rumah sakit haruslah disesuaikan dengan situasi dan konteks yang ada. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindak tutur direktif, fungsi tindak tutur direktif, strategi bertutur, konteks situasi tutur, dan kesopanan tindak tutur direktif  perawat dan pasien di Bangsal Bedah Rumah Sakit dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, menggunakan bahan referensi, analisis kasus negatif, dan member check. Dari analisis data ditemukan: (1) tindak tutur direktif permintaan, pertanyaan, pelarangan, persyaratan, persetujuan, dan nasihat, (2) fungsi tindak tutur kompetitif ‘bersaing’ dengan subfungsinya memerintah dan meminta; dan fungsi konvivial ‘menyenangkan’ dengan subfungsinya menawarkan, mengajak, dan menyapa. Kemudian, ditemukan juga  strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan positif, strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan negatif,  dan strategi bertutur samar-samar. Dari pembahasan disarankan agar  perawat tidak menggunakan satu bentuk tindak tutur dan satu strategi tindak tutur saja dalam menyampaikan maksud kepada pasien, dan perawat perlu diajarkan untuk menerpakan prinsip kesopanan dalam bertindak tutur sehingga pasien merasa nyaman ketika sedang dirawat di rumah sakit.

 

Kata Kunci: Tindak Tutur Direktif, Prinsip Kesopanan, Strategi Bertutur, dan Konteks.

References

Austin, J.L. 1962. How To Do Things With Words. New York: Oxford University Press.

Brown, Penelope and Stephen C. Levinson.1987. Politennes: Some Universal S in Language Usage.Cambridge University Press.

Chaer, Abdul. 1997. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Elfindri. 2009. Soft Skills Panduan Bagi Bidan dan Perawat. Baduose Media.

Gunarwan, Asim. 1994. Pragmatik Pandangan Mata Burung. Jakarta: Unika Atma Jaya.

Ibrahim, Abdul Syukur. 1992. Kajian Tindak Tutur. Surabaya: Usaha Nasional.

Leech, Geofftey. 1983. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Terjemahan oleh M.D.D. Oka. 1993. Jakarta:UI Press.

Miles, M. B dan A. M Huberman . 1984. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjetjep Rohendi. 1992. Jakarta: UI Press.

Searle, John R. 1969. Speech Acts, an Essay in the Philosophy of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Sudaryanto. 1988. Metode Linguistik Bagian II, Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data. Yogyakarta: Gajah Mada Universitas Press.

Syahrul. 2008. Pragmatik Kesantunan Berbahasa: Menyimak Fenomena Berbahasa Indonesia Guru dan Siswa. Padang: UNP Press.

Yule, George. 1996. Pragmatik. Diterjemahkan oleh Indah Fajar Wahyuni. Yogyakarya: Pustaka Belajar.

Published

2014-09-01