ANALISA FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK GEDUNG DI KOTA PADANG
Abstract
Di dalam pelaksanaan proyek konstruksi pada umumnya banyak ditemukankendala-kendala baik selama pengerjaan proyek hingga selesainya proyek tersebut
dikerjakan sehingga pembangunan suatu proyek yang sesuai dengan tipe
konstruksi sangat dibutuhkan keahlian, pengetahuan dan pengalaman, baik dari
sisi perencanaan, manajemen konstruksi maupun kontraktor itu sendiri.
Pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan rencana dapat mengakibatkan
keterlambatan. Keterlambatan proyek konstruksi berarti bertambahnya waktu
pelaksanaan penyelesaian proyek yang telah direncanakan dan tercantum dalam
dokumen kontrak. Penyelesaian pekerjaan tidak tepat waktu adalah merupakan
kekurangan dari tingkat produktifitas dan sudah barang tentu kesemuanya ini akan
mengakibatkan pemborosan dalam pembiayaan. Berdasarkan permasalahan
tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah mengetahui dengan pasti faktor-faktor
yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek gedung di Kota Padang
dan mengetahui faktor dominan penyebab yang paling mempengaruhi
keterlambatan pelaksanaan proyek gedung di Kota Padang. Hasil penelitian
terdapat 12 (dua belas) faktor yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan
proyek gedung di Kota Padang yaitu administrasi proyek, perencanaan
pelaksanaan, fungsi manajerial alat kendali dan pengaruh perusahaan, sumber
daya modal/keuangan, sumber daya material, sumber daya manusia, sumber daya
peralatan, sumber daya teknologi, organisasi proyek, owner, konsultan pengawas,
dan faktor lain. Dari 12 (dua belas) faktor yang mempengaruhi keterlambatan
pelaksanaan proyek gedung di Kota Padang, terdapat 4 faktor dominan yang
mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek gedung di Kota Padang yaitu 1.
Aspek Manusia dan Lingkungan; 2. Aspek Perencanaan, Manajerial, Material dan
Teknologi; 3. Aspek Keuangan dan Peralatan; dan 4. Aspek Administrasi Proyek.
Aspek manusia dan lingkungan merupakan faktor yang paling besar
mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek gedung di kota Padang yaitu
mampu menjelaskan 43,092% variasi, kemudian diiringi oleh Aspek Perencanaan,
Manajerial, Material dan Teknologi yang mampu menjelaskan 12,965% variasi,
aspek Aspek Keuangan dan Peralatan mampu menjelaskan 9,394% variasi, dan
aspek Administrasi Proyek mampu menjelaskan 8,474% variasi. Secara
keseluruhan, keempat aspek tersebut mampu menjelaskan 73,925% variasi
Kata kunci: Kinerja, Biaya, Waktu Pelaksanaan
References
Alifen, R. S, Setiawan R. S, Sunarto A.
, Analisa “What If†Sebagai
Metode Antisipasi Keterlambatan
Durasi Proyek, Teknik Sipil, Vol. 2
No. 1, Maret.
Andi, Susandi, Wijaya H. 2003. On
Representing Factors Influencing
Time Performance Of Shop-House
Contructions In Surabaya, Dimensi
Teknik Sipil, Vol. 5 No. 2,
September
Arikunto, Suharsimi 2002, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek, edisi Revisi. Penerbit PT
Rineka Cipta, Jakarta
Dillon, W. R. and M. Goldstein, 1994.
Multivariate Analysis, methods
and Application, John Wiley &
Sons, New York.
Dipohusodo, Istimawan 1996,
Manajemen Proyek dan
Konstruksi, Jilid 1 Kanisius,
Yogyakarta.
Ervianto, Wulfram I. 2005, Manajemen
Proyek Konstruksi , Edisi Revisi,
Penerbit Andi, Yogyakarta
Downloads
Published
2015-12-28
Issue
Section
Articles