DAMPAK PENERAPAN IFRS TERHADAP KUALITAS AKUNTANSI: KAJIAN LITERATUR DI BEBERAPA NEGARA

Authors

  • Zaitul Zaitul Universitas Bung Hatta

DOI:

https://doi.org/10.37301/jkaa.v0i0.5119

Abstract

Dampak penerapan IFRS menjadi diskusi hangat dikalangan akademisi. Ada dua kubu, kubu pertama adalah mendukung IFRS dan kubu lainnya tidak mendukung dan menyatakan bahwa standar tunggal mungkin tidak cocok untuk semua negara sehingga tidak mungkin meningkatkan secara seragam relevansi dan reliabilitas nilai informasi akuntansi karena perbedaan antar negara.   Dampak penerapan IFRS pada tingkat makro adalah meningkatnya investasi asing dan partisipasi pemodal asing di pasar obligasi (Beneish, Miller and Yohn, 2009), dan meningkatkan likuiditas pasar modal (Daske, Hail, Leuz and Verdi, 2008). Sedangkan di tingkat perusahaan, penerapan IFRS bisa menurunkan informasi asimetri (Daske, Hail, Leuz and Verdi, 2008), menurunkan earning management dan meningkatkan value relevant informasi akuntansi (Barth, Landsman and Lang, 2008).  Namun, penerapan IFRS juga menemui beberapa masalah, diantaranya adalah kompleksitas dari IFRS (termasuk kompleksitas instrumen keuangan), sistim akuntasi yang berorientasi pada pajak, kondisi pasar modal, tidak sufisiennya panduan penerapan IFRS untuk pertama kalinya, kurangnya pengalaman transaksi tertentu, seperti transaksi dana pensiun, proses penyiapan tersebut sangat mahal, rumit dan membebankan perusahaan, penerapan IFRS tidak merendahkan biaya modal, laporan keuangan yang berfluktuatif, dan interpretasi yang berbeda tentang standar tersebut. 

Downloads

Published

2011-04-01

Issue

Section

Vol 6, No 1. April 2011