OPTIMALISASI JARAK ANTAR TEMPAT PEMBERHENTIAN BUS (TPB) TRANS PADANG DI KORIDOR II RTH IMAM BONJOL–BUNGUS TELUK KABUNG, KOTA PADANG
Abstract
Trans Padang merupakan sistem angkutan massal yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kota Padang. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan angkutan umum adalah jarak antar Tempat Pemberhentian Bus (TPB). Koridor II
Trans Padang yang melayani rute RTH Imam Bonjol–Bungus Teluk Kabung memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari pusat kota hingga kawasan pinggiran, sehingga diperlukan evaluasi terhadap kesesuaian jarak antar TPB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian jarak antar TPB berdasarkan struktur ruang perkecamatan dan standar pelayanan transportasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta analisis kesesuaian jarak berdasarkan standar jarak antar halte. Analisis dilakukan melalui identifikasi jumlah dan posisi TPB pada setiap kecamatan yang dilalui koridor serta pengukuran jarak antar TPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 50 TPB yang perlu di optimalkan dengan jarak yang belum sesuai standar, baik terlalu dekat maupun terlalu jauh dan 38 TPB sesuai dengan standar/sudah optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi jumlah dan posisi TPB untuk meningkatkan efektivitas pelayanan Trans Padang serta mendukung sistem transportasi perkotaan yang efisien dan berkelanjutan.
Kata Kunci: TPB, Trans Padang, jarak antar halte, transportasi perkotaan